Malaysia dan Australia Tertarik Berinvestasi di Sektor Infrastruktur Indonesia

0
Foto udara jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha, Jakarta, Jumat (16/6)

Foto udara jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha, Jakarta, Jumat (16/6). Ruas jalan tol tersebut dibuka pada 18 Juni 2017 untuk mengurai kepadatan di ruas Jalan Kalimalang pada saat mudik Lebaran 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/kye/17.

Malaysia dan Australia tertarik menanamkan modalnya di Indonesia untuk sektor infrastruktur seperti jalan tol.  Ketertarikan  dua negara ini dibenarkan Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Pelabuhan (KSPP), Ahmad Bambang. Bahkan Bambang menyebut Malaysia telah menyiapkan anggaran yang diambil dana pensiun untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kemarin saya bicara dengan Malaysia, Dana Pensiun di sana menanyakan apakah ada ruas tol yang akan dijual, mereka tertarik investasi di sana. Yang penting investasi ini aman dan resikonya minim,” kata Ahmad Bambang, di Jakata, Kamis, 7 Juni 2018.

Dana pensiun yang dikelola Malaysia serupa dengan dana pensiun yang dikelola  Indonesia, yakni dana pensiun tersebut disimpan di perbankan syariah. Dengan demikian potensi pengembangan dana tersebut cukup besar.  Dengan dana yang cukup besar,  maka Malaysia adalah negara yang tepat untuk berinvestasi di proyek jalan tol di Indonesia

Salah satu proyek yang bakal ditawarkan ke Malaysia tersebut adalah jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Saat ini ruas tol tersebut dimiliki oleh PT Waskita Karya (Persero).

“Waskita ini memang kita dorong untuk bangun tol, jadi dan dijual lagi. Karena mereka butuh dana untuk bangun proyek-proyek lainnya,” ujar dia.

Tak hanya Malaysia, Ahmad mengaku Australia juga melirik investasi jalan tol di Indonesia. Selama ini, Australia juga telah berinvestasi jalan tol di berbagai negara, salah satunya di Israel.

“Mereka selama ini bangun tol di mana-mana karena belum melihat potensi Indonesia. Sekarang kita mulai banyak bangun, mereka mulai lirik,” kata dia.

Ahmad menegaskan, dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, membutuhkan banyak investor swasta, baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *