Martabak Piring Murni, Kenikmatan Kuliner Medan yang Legendaris
Apa yang langsung kita bayangkan jika mendengar kata martabak? Pasti langsung terbayang dengan martabak manis, martabak telur atau martabak mesir. Martabak biasanya berbentuk bulat dan terkadang ada yang dilipat menjadi dua bagian.
Martabak merupakan satu camilan yang digemari oleh banyak kalangan. Martabak juga menjadi camilan yang sering dicari sebagai teman waktu santai. Bahkan, kini martabak menjadi jajanan rutin bagi siapa saja. Apalagi dengan modifikasi martabak oleh para penjual. Contohnya saja martabak mini.
Martabak Piring Murni merupakan salah satu martabatak terkenal yang ada di Kota Medan. Dinamakan Martabak Piring Murni karena martabak ini dipanggang di atas piring kaleng. Martabak, camilan yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.
Martabak yang terletak di ujung Jalan Bogor, Medan, Sumatera Utara ini mempunyai ciri khas tersendiri. Proses pemanggangan martabak ini berbeda dan unik. Kehadiran Martabak Piring Murni di Medan menambah keragaman kuliner di daerah yang terkenal dengan pusat kuliner street food ini.
Secara keseluruhan, hampir tidak ada perbedaan bahan antara Martabak Piring Murni dengan martabak manis lainnya. Martabak Piring Murni mempunyai bahan dasar tepung terigu, telur, gula, garam, dan mentega. Bagi yang ingin menikmati kelezatannya, bisa menemukan beberapa varian rasa, yaitu coklat, keju, kacang, coklat-kacang, dan coklat-keju.
Martabak ini dipanggang dengan menggunakan piring kaleng di atas tungku yang sudah diisi dengan arang yang sebelumnya sudah menjadi bara api. Adonan martabak dituang ke atas piring dan kemudian martabak ditaburi dengan toping yang sesuai permintaan pembeli.
Usaha Martabak Piring Murni ini sudah dirintis sejak tahun 1974 oleh Tafsir. Pada awal penjualan, Tafsir membuka usahanya di Pasar Ikan Lama dan Olimpia. Kemudian berpindah ke Jalan Bogor pada tahun 1988. Martabak Piring Murni ini buka mulai pukul 17.30 sampai pukul 23.30 WIB.
Menurut Ibu Eli salah satu karyawan usaha Martabak Piring Murni ini, pengunjung yang datang dari berbagai kalangan.
“Biasanya paling ramai itu malam minggu, kalau hari biasa hanya menghabiskan 8 kg adonan, tapi kalau malam minggu bisa menghabiskan sampai 20 kg adonan,” ujarnya.
Martabak Piring Murni ini selalu ramai pembeli karena tempatnya yang sangat strategis dekat dengan perumahan penduduk. Harga yang ditawarkan di Martabak Piring Murni ini berkisar dari Rp. 2.500,- sampai Rp. 6.500,- per piringnya. Harga yang terbilang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat.
Disini, mereka menawarkan 2 jenis mertabak yang berukuran tebal atau tipis. Martabak yang berukuran tipis lebih terasa renyah dan gurih, sedangkan yang tebal lebih cocok dimakan ketika dalam keadaan lapar.
Pembeli Martabak Piring Murni ini semakin meningkat ketika menjelang malam. Bahkan tak jarang para pembeli harus antri terlebih dahulu untuk mendapatkan Martabak Piring Murni yang terkenal dengan gurihnya ini.
Jon, salah seorang pembeli yang sudah menjadi langganan Martabak Piring Murni mengakui, dirinya berlangganan karena kualitas martabak yang terjaga.
“Martabak Piring Murni punya rasa yang enak, gurih dan harga terjangkau pastinya, jadi kita pembeli tertarik untuk beli Martabak Piring Murni ini,” ungkap Jon.

