Masjid Istiqlal Sediakan 6 Ribu Takjil Gratis Untuk Buka Puasa

0
cover-masjid-istiqlal-1280x855-1

Badan Pengelola Masjid Istiqlal  (BPMI) menyediakan 4 ribu hingga 5 ribu takjil gratis kepada Masyarakat  yang ingin berbuka puasa di area Masjid Istiqlal. Takjil yang disediakan tahun ini, jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai  3 ribu hingga 4 ribu boks.

Ketua Harian BPMI, Ismail Cawidu, mengatakan , peningkatan jumlah takjil ini sejalan dengan lonjakan jumlah jemaah yang lebih besar terutama pada hari-hari libur.

“Kalau tahun ini kita sediakan 4 ribu boks, untuk hari Jumat, Sabtu, Minggu kita naikkan jadi 6 ribu boks. Karena jumlah jemaah yang lebih besar ketika hari libur,” ujarnya

Dalam rangka menyelenggarakan program takjil gratis ini, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan total 11 pihak katering selama sebulan penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan tetap segar dan berkualitas.

“Kami ingin memastikan setiap jemaah yang datang ke Masjid Istiqlal merasakan kehangatan dan perhatian,” ujarnya.

Ismail juga menekankan pentingnya menjaga agar makanan yang disediakan tetap segar hingga waktunya disantap. “Kami sangat menjaga kualitas makanan dan waktu penyajian. Jam 16.00 WIB sudah harus siap,” tambahnya dengan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, Ismail mengimbau kepada masyarakat agar datang lebih awal saat berkunjung ke Masjid Istiqlal selama bulan Ramadan untuk menghindari penumpukan dan kepadatan yang mungkin terjadi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat merayakan ibadah dengan nyaman dan khidmat.

Sementara itu, penentuan awal puasa Ramadan tahun ini berdasarkan pemantauan hilal di ratusan titik di seluruh Indonesia. Meskipun terdapat perbedaan pendapat antara Kementerian Agama dan Muhammadiyah, namun semangat untuk menyambut bulan Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan kesederhanaan tetap tak tergoyahkan.

Dengan langkah besar ini, Masjid Istiqlal berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat selama bulan Ramadan dan menjadikannya sebagai momen yang mempererat tali persaudaraan di tengah-tengah keragaman umat beragama.

Seperti diketahui Pemerintah mengumumkan 1 Ramadan 1445 Hijriah atau awal puasa jatuh pada 12 Maret 2024 berdasarkan pemantauan hilal di ratusan titik di seluruh Indonesia.

Penetapan itu berdasarkan Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) bersama perwakilan ormas-ormas keagamaan hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta, Minggu (10/03/2024).

Sementara, Muhammadiyah, yang menganut hisab hakiki wujudul hilal, lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada 11 Maret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *