Media Digital Sangat Efektif Promosikan Pariwisata Indonesia ke Dunia
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui media digital menjadi media yang sangat efektif dalam mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia. Dengan keefektifan itu, Menpar telah mencanangkan program kepariwisata untuk tahun 2017-2018, salah satunya adalah go digital.
“Program utama di tahun 2017-2018 untuk Kemenpar adalah go digital, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi, untuk mengukur performasi, untuk mengukur kedatangan wisman ke Indonesia. Jadi pada saat ini saya sudah tahun berapa jumlah wisman atau wisnus yang mengunjungi Indonesia, dengan menggunakan digital,” ungkap Menpar saat diwawancarao oleh tokoh pariwisata Indonesia yang juga Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto di ruang kerja Menteri Pariwisata, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Senin, 20 Agustus 2018. Wawancara ini, dapat disaksikan di website EL JOHN TV (www.eljohn.tv).
Menpar menjelaskan media digital jangkauannya sangat luas hingga ke penjuru dunia, berbeda dengan media cetak dalam negeri, seperti Koran yang jangkauannya hanya di Indonesia saja, itu pun jika medianya skala nasional.
Menurut Menpar, media digital dapat mengetahui apa yang disuka wisatawan. Dengan diketahuinya hobi si wisatawan, maka promosi pariwisata dapat mudah dijalankan.
“Jadi didunia digital istilahnya telanjang, semua keinginan kita, semua behavior kita semua tercatat , sehingga kita dengan mudah dapat mengaddress promosi ke seseorang langsung , karena kita tau, ohh ini yang disukainya.
Menpar mencotohkan wisatawan China yang suka dengan pantai, maka promosi untuk wisatawan dari negeri panda itu adalah wisata-wisata bahari yang dimiliki Indonesia. Cara ini mujarab dan terbukti jumlah wisatawan China berkunjung ke Indonesia mengalami kenaikan.
“Chinese turis sukanya apa, ada tiga , nomor satu ada beach, karena hampir seluruh orang Chine mau datang ke Indonesia senang beach. Nomor dua tentang seafood makan, dan nomor tiga tentang branded item, jadi dia senang belanja yang branded,” terang Menpar.
