Melalui ASEAN Ladies Circle, Indonesia Promosikan Seni, Budaya dan Kuliner Nusantara

0
1. Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun (Ibu Wiwik) bersama para anggota ALC

Suasana di Wisma Duta di Beijing, Tiongkok pada Selasa, 26 Juni 2018 didatangi lebih dari 150 orang. Mereka yang datang ke tempat yang dijadikan kediaman resmi Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok itu untuk menghadiri pertemuan ASEAN Ladies Circle (ALC) di Beijing. Mereka terdiri dari para diplomat perempuan, para istri diplomat negara-negara ASEAN di Beijing serta tokoh perempuan Indonsia.

Ini merupakan sutau kehormatan bagi Indonesia  karena ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan ALC. Di pertemuan itu diisi berbagai promosi Indonesia mulai dari lukisan, peragaan busana hingga kuliner khas nusantara.

Untuk lukisan diletakan di ruang tamu Wisma Duta. Para undangan yang masuk ke Wisma Duta akan disambut dengan lukisan karya Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun yang tak lain adalah istri dari Duta Besar RI untuk Tiongkong Djauhari Oratmangun. Alhasil banyak undangan yang mengagumi lukisan-lukisan tersebut, termasuk mengagumi bakat si pelukis.ALC dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Perwakilan Indonesia, Ibu Listyowati. Tak lupa sebelum membuka Ibu Listyowati memperkenalkan Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun, yang biasa disapa Ibu Wiwik Oratmangun, yang baru tiba di Beijing bulan April lalu kepada para anggota ALC dan tamu undangan yang hadir.

Di acara ini, Ibu Sih Elsiwi sebagai tuan rumah acara, Indonesia ingin memperkenalkan kekayaan yang dimiliki kepada dunia.

“Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang melahirkan keberagaman seni dan budaya. Pada hari ini kami ingin memperkenalkan sebagian kecil dari kekayaan seni, budaya serta kuliner Indonesia”, demikian penuturan Ibu Wiwik Oratmangun dalam sambutan pembukaannya.

Berbagai kegiatan pun disuguhkan untuk mempromosikan Indonesia diantaranya petunjukan kesenian berupa tari ondel-ondel dari Betawi. Tarian yang dibawakan saudari Lala Arief ini mendapat sambutan positif dari tamu undangan. Para undangan begitu antusias melihat pertunjukan tari ondel-ondel.

Bukan hanya tarian, namun peragaan busana juga mendapat sambutan meriah. Peragaan busana ini menampilkan busana dengan motif lukisan karya Ibu Wiwik Oratmangun yang dibawakan oleh para model KBRI Beijing.Berbagai model busana, scarf dan tas bermotifkan lukisan yang dipamerkan menarik perhatian para tamu undangan, Beberapa dari mereka tidak dapat menyembunyikan kegembiraan karena mendapat hadiah tas dengan motif lukisan yang indah. Mereka mendapatkan tas – tas cantik itu setelah berhasil menjawab dengan benar pertanyaan mengenai Indonesia dalam kuis yang dipandu oleh Ibu Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing.

Selain pertunjukan seni dan budaya, para tamu undangan juga dimanjakan dengan berbagai kudapan tradisional khas Indonesia seperti kue pukis, lapis legit, risol dan kue lumpur. Tidak hanya itu, kelezatan kuliner nusantara seperti nasi goreng, soto ayam, gado-gado, dan sate ayam menjadi sajian nikmat santap siang yang ditunggu-tunggu.

Kemeriahan pertemuan siang itu ditutup dengan tari poco-poco yang ditarikan seluruh tamu dan anggota DWP KBRI Beijing.  Bingkisan berisikan produk kopi Indonesia serta brosur dan buku mengenai ragam potensi pariwisata Indonesia menjadi souvenir bagi para tamu sebelum meninggalkan Wisma Duta.

Penyelenggaraan pertemuan ALC kali ini sarat dengan rasa kebersamaan dalam kerangka Komunitas ASEAN. Pertemuan ini juga merupakan salah satu cara yang efektif untuk untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia di Beijing. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi bagi penguatan hubungan antarmasyarakat di kawasan, dan khususnya bagi penguatan hubungan Indonesia -Tiongkok. (Sumber KBRI Beijing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *