Melalui Kontes Becak Berwarna, Eks Lokalisasi Dolly Dapat Jadi Destinasi Wisata

0
lomba hias becak

Setelah diluncurkan pada 14 Mei 2017 lalu oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Dolly Saiki Fest 2017 terus menggelar berbagai kegiatan pendukung, salah satunya Kontes Becak Berwarna yang akan digelar pada 10 hingga 17 Juni 2017 di Kawasan eks lokalisasi Dolly, Sawahan, Surabaya.

Kontes Becak Berwarna ini mendapat antusias dari para penarik becak yang biasa mangkal di kawasan eks lokalisasi Dolly.  Para peserta ini kebanyakan merupakan anggota Paguyuban Becak Wisata di Kelurahan Putat Jaya. Mereka mulai adu kreatif untuk menghias armadanya agar tampil cantik saat kontes nanti.

“Lomba menghias becak ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat ke arah positif,” kata Lurah Putat Jaya, Dwi Mulyo Agustiarso kepada wartawan di sela lomba menghias becak, Sabtu, 3 Juni 2017.

Dwi pun menyambut baik antusias peserta lomba ini. Menurut Dwi  Kontes Becak Warna ini juga sebagai pendorong agar masyarakat dapat bahu membahu untuk menjadikan eks lokalisasi Dolly sebagai salah satu destinasi wisata Kota Surabaya.

“Kita menggiatkan kembali kawasan Putat, yang akan dijadikan jujugan destinasi wisata baru di Surabaya,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Lurah Dwi ini diamini sejumlah peserta Kontes, salah satunya Suroso. Seperti yang dikutip detik travel, Suroso mengaku semangat mengikuti lomba ini. “Saya senang ada kegiatan seperti ini, untuk menghidupkan kembali kawasan Dolly lebih berdaya lagi,” kata Suroso (60).

Suroso dan rekan-rekannya sesama pengayuh becak pun ikut menuangkan kreativitas dan uneg-unegnya dengan kuas dan cat di becaknya. Suroso menghiasi becaknya dengan gambar warna merah putih dan papan becaknya bergambar sang Proklamator, Soekarno.

“Saya memilih gambar Bung Karno, karena sebentar lagi kan hari lahirnya beliau,” ujar Suroso.

Berbeda dengan Sukimin (61), yang menuangkan kuas catnya menjadi sosok wanita dan bertuliskan ‘Gadis Desa’. Gadis desa itu bernama Ropiah dari Lumajang yang dipersunting Sukimin pada tahun 1971.

“Bukan mengenang hilangnya PSK (pekerja seks komersial) di sini. Tapi ini istri saya yang meninggal dunia sejak tahun 1973 lalu,” jelasnya sembari terus menghias becaknya.

Dolly Saiki Fest 2017 digelar selama tiga bulan. Selain Kontes Becah Berwarna, banyak kegiatan lainnya yang menjadi rangkaian dari Dolly Saiki Fest 2017 ini. Kegiatan itu antara lain Kompetisi Foto Instagram mulai 13 Mei – 16 Juli 2017, Ngabuburit Bersama Bu Risma (Tausiah, Buka Puasa, Shalat Magrib, Tarawih) Sabtu 17 Juni, Deklarasi Ganyang Hoax dan Narkoba, Minggu 11 Juni 2017 Pukul 15.00 wib, Dolly Saiki Expo mulai Kamis – Minggu (15-18 Juni 2017) dan Jalan Sehat sekaligus penutupan festival Minggu 16 Juli 2017.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini berharap Dolly Saiki Fest 2017 ini dapat menarik jumlah wisatawan baik mancanegara maupun nusantara untuk datang ke Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *