Melihat sambil mengenal sejarah Kalimantan Barat

0

tugu

Kalimantan Barat dijuluki “Provinsi Seribu Sungai”. Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Sungai-sungai itu pun menyilangi kota dimana salah satunya yaitu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km telah membagi kota menjadi dua dan menyediakan jalur transportasi penting dan bersejarah.

Kalimantan Barat juga menjadi wilayah yang dilewati langsung oleh garis khatulistiwa. Meskipun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut tetapi memiliki puluhan pulau besar dan kecil. Sebagian pulau kecil tersebut tidak berpenghuni dan tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna, berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Sedikit profil akan Kalimantan Barat, tapi yang akan kita bahas lebih lanjut yaitu tempat bersejarah yang dapat anda kunjungi dan melihat perkembangan sejarah dari KalBar. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Tugu Khatulistiwa merupakan ikon Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, terutama wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Adapun sejarah mengenai pembangunan Tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung. Adapun bentuk dari tugu ini telah mengalami perubahan sebanyak 4 (empat) kali yaitu :

 

  • Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
  • Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah.
  • Pada tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat di dalam gedung.
  • Pada tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

 

Selain itu ada juga fenomena yang menjadikan Tugu Khatulistiwa menjadi ramai dikunjungi yaitu titik kulminasi matahari, anda akan melihat diri anda tanpa bayangan karena matahari tepat diatas anda belum lagi adanya tingkat magnet yang mampu membuat telur dapat berdiri.

Anda juga dapat mengunjungi istana Kadriah yang berada di Kota Pontianak, disana anda akan melihat awal mulanya kota Pontianak berdiri. Istana ini didirikan oleh sultan pertama Pontianak yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 M/1185 H dan berada di dekat pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar. Secara historis, Istana Kadriah ini mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M.

Di kraton Kadriah yang megah itu, banyak sekali benda berharga yang tersimpan di dalamnya sebagai peninggalan sultan-sultan terdahulu. Dimulai dari depan istana, bila anda berkunjung kesana pasti anda akan disambut oleh gapura antic dari kayu Kalimantan (belian) yang berukuran cukup besar, gapura tersebut berwarna kuning terang dan di padu dengan warna hijau. Disana anda juga akan melihat tiang bendera bekas kerajaan pontianak, yang menjulang tinggi.

Nah kalau anda tidak mau capek untuk mengenal Kalimantan Barat anda dapat mengunjungi Museum Kalimantan Barat di Jalan A.Yani. Museum Provinsi Kalimantan Barat dirintis sejak tahun 1974 oleh Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Permuseuman Kalimantan Barat. Fungsionalisasinya diresmikan pada tanggal 4 Oktober 1983 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud, sejak itu Museum Provinsi Kalimantan Barat dibuka untuk umum.

Museum ini menyimpan di antaranya koleksi Geografika/Geologika berupa peta dan jenis batu-batuan; koleksi biologika, arkeologika, historika, numismatika, dan keramologika berupa tempayan, piring, mangkuk, sendok, dll. yang berasal dari China, Vietnam, Jepang, Eropa, dan keramik lokal Singkawang. Selain menampilkan koleksi yang ada di Ruangan Pameran Tetap I, Museum Provinsi Kalimantan Barat juga menampilkan koleksi replika dan miniatur yang berada di plaza Jangkar kapal dagang asing. Sudah dapatkan bebrap referensi berwisata sejarah di Kalimantan Barat, bagi anda yang datang ke Tanah Khatulistiwa siap-siap menjadi panas ya. Heheheheheh, Save Trip. (arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *