Memperingati HUT HKTI ke-48, Moeldoko Ajak Anggota HKTI Lakukan Lompatan di Sektor Pertanian
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada tanggal 27 April 2021 genap berusia 48 tahun, usia yang tidak muda lagi bagi organisasi pemerhati petani ini untuk memberikan kontribusinya kepada sektor pertanian dan para petani.
Tepat dihari ulang tahunnya, HKTI menggelar acara syukuran HUT secara sederhana di kantor DPP HKTI di Jl. Taman Lawang No.1, Menteng, Jakarta Pusat. Perayaan ulang tahun ini dilangsungkan dengan menerapkan protokol Kesehatan ketat
Acara syukuran HUT HKTI ke-48 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko dan didampingi oleh Sekjen HKTI Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi Waluyo.
Dalam sambutanya, Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko mengucapkan rasa syukur HKTI dapat beranjak hingga ke usia 48 tahun. Usia ini tidak lepas dari peran para pengurus sebelumnya yang berjuang membesarkan nama HKTI.
“Untuk itu kita mesti berterima kasih dan beri rasa hormat kepada para senior yang berjuang membesarkan HKTI. Saya pikir tidak mudah membesarkan HKTI, karena kita melihat HKTI bisa berusia sampai 48 tahun, pasti beliau-beliau telah memperjuangkan organisasi ini dengan sungguh-sungguh,” kata Moeldoko.
Kini saatnya pengurus dan anggota HKTI yang melanjutkan perjuangan para pengurus sebelumnya, dengan cara memperkuat tugas yang dijalankan
“Saya selalu mengatakan dalam hari ulang tahun, bedanya usia manusia dan organisasi adalah, jika manusia semakin renta tapi organisasi seharusnya makin tua makin top.Untuk itu di usia yang relatif tidak terlalu tua 48 tahun HKTI maka perlu penguatan-penguatan,” tegas Moeldoko.
Penguatan itu pun bermacam-macam antara lain, memperkuat sinergi dengan pemerintah. HKTI adalah strategic partner dari pemerintah untuk bersama mengatasi persoalan pertanian maupun program pertanian yang diusung pemerintah seperti swasembada pangan dan kedaulatan pangan. Namun dilain sisi, HKTI juga dapat sebagai pressure group
“:Dalam teori kebijakan publik itu ada yang namanya pressure group, HKTI bisa dikatakan pressure group, kita bisa menekan kepada pemerintah, kalau nyatanya pemerintah tidak berpihak kepada petani, itu adalah HKTI,” ujar Moeldoko disambut tepuk tangan pengurus HKTI dan tamu undangan.
Di akhir sambutannya, Moeldoko mengajak anggota HKTI untuk menjadikan HUT ke-48 ini sebagai momentum melakukan lompatan yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian Indonesia maupun kesejahteraan para petani.
“Sekali lagi momentum hari ulang tahun ke-48 untuk melakukan perubahan, untuk melakukan perbaikan, untuk melakukan lompatan-lompatan yang bisa mengakselerasi semua kegiatan yang dijalankan HKTI. Saya yakin kalian bisa dengan semangat yang kuat dan punya keinginan yang kuat untuk memperbaiki organisasi ini, ingin memberi peran yang lebih kepada para petani,” ungkap Moeldoko.
Ucapan selamat HUT HKTI ke-48 dan harapan datang dari sejumlah organisasi sayap HKTI, di antaranya dari Pemuda Tani HKTI dan Perempuan Tani HKTI.
“Saya ucapkan selamat hari ulang tahun ke-48 untuk HKTI. Semoga seperti visi dan misi HKTI menjadi bridging untuk para petani di seluruh Indonesia bisa meningkatkan Kembali kontribusi untuk petani dalam hal meningkatkan kesejahteraan dan kedua mempermudah akses petani dari segi permodalan, pupuk dan lain sebagainya sehingga petani dengan muda untuk bertani dan yang terakhir meningkat daya saing di sektor pertanian,” kata Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Rina Saadah saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News,
“Saya mengucapkan dirgahayu HKTI semoga kedepannya makin jaya dan sukses. Harapannya adalah karena saya dari perempuan tani, saya berharap perjuangan dari perempuan khususnya petani ini bisa diperjuangkan oleh HKTI dan saya harap HKTI tidak hanya fokus terhadap pertanian di dalam bridging institution dan juga penyelenggaraan pertanian tetapi juga mengedepankan hak-hak perempuan khususnya petani di Indonesia,” ujar Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto di kesempatan yang sama.
Dalam acara syukuran ini, digelar acara santunan untuk anak yatim.Sesuai dengan usia HKTI, anak yatim yang diundang menerima santunan ini sebanyak 48 anak. Santunan diberikan langsung oleh Ketua Umum HKTI didampingi pimpinan pengurus organisasi sayap HKTI.
Selain itu juga dilangsungkan acara diskusi yang mengangkat tema “Membangun Semangat Gotong Royong Menuju Kedaulatan Pangan Nasional” dan juga digelar pameran lukisan yang menggambarkan potensi pertanian Indonesia.
