BusinessHeadline News

Menabung Hukumnya Wajib Dalam Dunia Usaha

Menabung adalah hal dasar yang kerap diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. Harapannya, kehidupan masa depan Anda menjadi lebih baik dengan perubahan-perubahan kecil dari diri sendiri. Hemat pangkal kaya adalah peribahasa lama yang akan tetap aktual dan relevan sampai kapan pun. Artinya, untuk menjadi sukses dan kaya, Anda harus bisa berhemat, tidak boros, serta bijak menggunakan uang.

Kenyataannya, menabung tidak semudah yang dipikirkan. Seiring dengan bertambahnya usia, tingkat kebutuhan manusia tentu akan bertambah pula. Tidak dapat dipungkiri bahwa menabung akan menjadi hal yang paling akhir untuk dipikirkan setelah semua kebutuhan tercukupi. Terlebih lagi, bagi Anda yang mungkin saja yang masih first jobber atau fresh graduate cenderung memiliki masalah yang sama, yaitu merasa sulit untuk menabung.

Gaji masih kecil dan kebutuhan semakin banyak, selalu dijadikan alasan utama untuk menunda kegiatan menabung. Seharusnya, menabung adalah salah satu prioritas Anda karena tabungan bisa dimanfaatkan sebagai pegangan dana darurat, modal membeli aset, dan kehidupan di masa tua. First jobber adalah masa-masa yang paling tepat untuk menabung, karena Anda belum memiliki banyak tanggungan sebagai pengeluaran wajib harian dan bulanan. Dengan kondisi ini, uang yang Anda tabung seharusnya lebih banyak dibandingkan pengeluaran sehari-hari.

Director EL JOHN Academy Divisi Productivity & Performance Mentoring Benny Cuaca, ST., M.Ak., CMA., BKP., CFP., CPP mengatakan terkadang ada pertanyaan yang sering diungkapkan yakni kenapa orang kaya bertambah kaya dan orang miskin sulit untuk kaya. Bahkan ada yang menyebut dunia tidak adil.

Benny menjelaskan tidak ada yang salah pada dunia, yang keliru adalah cara menerapkan mindset. Orang jika ingin sukses, mindset yang digunakan adalah mindset orang kaya yaitu menabung

“Mindset orang kaya itu simple, kalau saya bekerja hari ini, harus bisa bekerja untuk disimpan itu uang untuk tujuh keturunan anak cucu saya. Harus bisa disimpan itu kata kunci disimpan untuk tujuh keturunan anak cucu saya.  Itu mindset orang kaya, tetapi kalau mindset orang miskin yakni kita dapatkan  uang tidak terlalu banyak, akhirnya bisa ngomong  yes akhirnya bisa beli HP baru, “yes akhirnya bisa traktir pacar,” terang Benny saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN TV yakni  Indonesia Business Forum. Program ini dipandu oleh Putra Kopi Indonesia 2019 Bagas Soripada.

Menurut Benny, persentase uang yang ditabung dari penghasilan yang didapat minimal 30 persen. Angka tersebut merupakan angka yang ideal untuk menabung karena sisanya akan digunakan kebutuhan yang lain.

“Kenapa 30 persen, ini kan dari hasil saya observasi Sisihkan dulu nah yang lebihnya atur lah, berapa nih untuk pengeluaran rutin dan untuk makan berapa, nanti  kalau ada sisa-sisanya masuk ke pacar. Jadi wajib sisihkan 30 persen, nah kalau itu yang punya individu,” ucap Benny.

Untuk perusahaan, menabung juga menjadi hal yang wajib. Dengan menabung maka perusahaan dapat dipastikan berjalan, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat berkembang.  Hanya bedanya, ada kewajiban cukup banyak bagi perusahaan untuk membayar seperti tagihan rutin listrik, pajak dan lain-lain.

Meski demikian, dari pemasukan yang didapat harus disisihkan agar dapat menabung secara rutin setiap bulannya. Besaran untuk menabungnya di kisaran 10 hingga 15 persen.

“Jadi mindsetnya, misalnya dapatin 100 juta, sisihkan dulu 10 persen nya sebesar 10 juta ke rekening yang tidak boleh dipakai bukan rekening operasional, sisikan ke sana dulu. Nah yang 90 juta baru dilakukan planning seperti bayar gaji, bayar listrik, air jadi dicukup-cukupkan,” terang Benny.

“Bagaimana kalau punya pemasukan agak macet, saya katakana tetap harus menabung. Jadi menabung itu bukan hanya untuk orang kaya yang berlebih, tidak seperti itu. Ingat mindsetnya, mindsetnya untuk personal berapapun uang yang didapat sisihkan 30 persen. Jadi bukan ditunggu dulu, misalkan dapat 100 ribu baru disisihkan, dapat satu juta saya sisihkan tetapi kalau tidak dapat tidak saya sisihkan, itu salah jadi harus tetap menabung,” tambahnya.

Menurut Benny, jika pemasukannya berkurang bukan menabungnya yang dihilangkan tetapi faktor kenapa pemasukannya merosot. Untuk menabung sudah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditunda apalagi sampai dihilangkan.

“Yang disembuhkan apa, kenapa pemasukannya bisa sedikit, karena reveniewnya sedikit, nah reveniewnya yang kita naikan.  Bukan menabungnya yang dihilangkan,” ungkap Benny.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close