BusinessEconomicHeadline NewsInvestment

Mendag Enggartiasto Lukita Resmikan INACHAM di Hong Kong

Kerja keras untuk meningkatkan kinerja ekspor dan menarik investasi terus dilakukan Indonesia.Kali ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM) di Hong Kong, Kamis, 30 November 2017. Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Daerah Administrasi Khusus Chinaini pada bulan Mei 2017. Pembentukan INACHAM Hong Kong ini difasilitasi penuh oleh Konsulat Jenderal RI di Hong Kong dan Utusan Khusus Presiden RI untuk RRT dan Hong Kong  Dato Sri A. Tahir, serta KADIN Indonesia.

“Kita sedikit tertinggal dari negara lain untuk membentuk Kamar Dagang di Hong Kong. Minat pelaku usaha Hong Kong kini sangat besar untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra bisnisnya. Untuk itulah, pembentukan INACHAM inidisambut dengan sangat antusias,” jelas Enggar dalam siaran persnya yang diterima Redaksi EL JOHN News.

Peresmian INACHAM di Hong Kong ini dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat, Utusan Khusus Presiden Dato Sri Tahir, Financial Secretary of Hong Kong SAR Paul Chan Mo-Po, Commissioner of the Ministry of Foreign Affairs of the People’s Republic of China in Hong Kong Xie Feng, Ketua KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani, Chairman of the Chinese General Chamber of Commerce in HongKong Jonathan Choi, serta lebih dari 350 peserta dari dunia usaha yang umumnya berkedudukan di Hong Kong.

Pembentukan INACHAM ini dirintis sejak dua tahun lalu dan mendapatkan momentum saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada bulan Mei lalu.Pembentukan INACHAM di penghujung bulan November ini juga merupakan tanggapan cepat dari berbagai kalangan setelah ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Investasi antara ASEAN dan Hong Kong di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Filipina pada pertengahan November 2017.

Pelaku usaha Hong Kong maupun pebisnis Indonesia yang sudah memiliki basis usahanya di Hong  Kong kini semakin membidik Indonesia sebagai mitra dagang dan investasi jangka panjang. Hal ini didorong oleh fakta bahwa Indonesia merupakan “critical mass” di ASEAN yang mulai memainkan kembali peran kepemimpinannya, sementara perekonomian China dan Jepang cenderung menghadapi moderasi pertumbuhan karena berbagai faktor.

Bila Indonesia memandang Hong Kong sebagai pintu untuk memasuki pasar China lebih dalam lagi dan menarik investasi lebih besar ke Indonesia, pelaku usaha Hong Kong memandang Indonesia sebagai “business hub”ke dan di ASEAN dan mitra Free Trade Agreement(FTA) ASEANlainnya seperti Australia, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Selandia Baru.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button