Economic

Mendag: Jelang Lebaran, Harga Bapok Turun, Stabilitas Terjaga

Usaha keras stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Lebaran 2024 menuai hasil menggembirakan. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan optimistis stabilitas harga bapok semakin terjaga. Sejumlah harga bapok mengalami penurunan signifikan. Harga beras sudah mendekati normal. Begitu juga beberapa harga komoditas lainnya seperti daging ayam, telur, dan cabai. Pasokan bapok juga terpantau cukup banyak cenderung melimpah.

Penegasan ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan usai memantau Pasar Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim.

“Alhamdulillah di Pasar Sehat Soreang beras turun, rata-rata turunnya di atas Rp1.000/kg. Cabai murah sekali, antara Rp30.000–Rp40.000/kg, sayur sayuran hampir semua turun, telur sudah mulai turun tadi Rp26.400/kg, dan harga ayam kemarin Rp42.000/kg, hari ini sudah Rp40.000/kg,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Komoditas bapok lain yang harganya terpantau turun di Pasar Sehat Soreang dibandingkan minggu lalu, yaitu beras medium Rp15.000/kg turun 6,25 persen, beras premium Rp16.000–17.000/kg turun 5,55 persen, telur ayam ras Rp26.000–30.000 turun 9,38 persen, daging ayam ras Rp38.000/kg turun 9,52 persen, cabai merah keriting Rp30.000/kg turun 57,14 persen, dan cabai rawit merah turun Rp40.000 turun 42,85 persen, dan bawang merah Rp28.000/kg turun 20 persen.

Sementara harga sejumlah komoditas bapok lainnya terpantau stabil, yaitu harga minyak goreng curah Rp15.750/lt, Minyakita Rp16.000/lt, minyak goreng kemasan Bimoli Rp20.000/lt, gula pasir curah Rp18.000/kg, tepung terigu kemasan Segitiga Biru Rp13.000/kg, daging sapi Rp135.000/kg, dan bawang putih Honan Rp40.000/kg.

Mendag Zulkifli Hasan menilai, secara kesuluruhan ketersediaan stok bapok melimpah dan harga cenderung turun sehingga masyarakat bisa merayakan Ramadan dan Lebaran dengan bahagia. “Jadi, untuk masyarakat, Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan dan menjelang Lebaran ini tersedia stok cukup banyak dan harganya cenderung turun. Insya Allah semua bisa berbahagia,” tambah Mendag Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan juga telah memantau ketersediaan dan harga bapok di sejumlah pasar rakyat, yaitu Pasar Tambun di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, (23/3); Pasar Anyar di Bogor, Jawa Barat, (18/3); Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, (15/3); serta Pasar Kangkung, Lampung, (8/3). Usai meninjau Pasar Sehat Soreang, Mendag Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke Peternakan Ayam Petelur Jati Farm di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, harga telur saat ini masih terlalu murah dan bisa membuat peternak petelur merugi. “Pengusaha petelur, modalnya itu Rp25.500/kg sedangkan harga jual Rp24.000/kg. Jadi, tekor. Telur itu jangan murah terus. Kalau murah terus, tidak ada lagi yang mau bikin usaha petelur. Tadi harga telur di Pasar Soreang Rp26.400/kg, sangat tipis dengan modal yang dikeluarkan peternak. Saat ini harga acuannya Rp27.000/kg, seharusnya perlu ada evaluasi harga acuan paling tidak Rp29.000/kg,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Selain itu, Mendag Zulkifli Hasan menghadiri pasar murah di Bazar Ramadan yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung di Kantor Bupati Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Komoditas yang dijual di pasar murah, yaitu beras SPHP dengan harga Rp53.000-Rp54.000 per 5 kg yang tersedia sebanyak 400 paket, gula Rp16.000/kg yang tersedia sebanyak 60 kg, minyak goreng Rp17.000/liter, serta garam Rp2.000-Rp3.500 per pak. (Sumber Kemendag)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button