Mendag Optimis Revitalisasi 5000 Pasar Akan Tercapai di Tahun 2018

0
KUNKER-MENTRI-PERDAGANGAN-3

KUNJUNGAN KERJA JILID II: Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita didampingi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Dhony Rahajoe Managing Director Sinar Mas Land mengunjungi pedagang sayuran di Pasar Modren BSD, BSD, Minggu (7/8). Enggartiasto Lukita Mentri perdagangan Reshuffle kabinet Jokowi - JK jilid II ini mengadakan kunjungan kerja disejumlah pasar di Tangerang untuk mengecek Stabilitas harga kebutuhan pokok. DemySanjaya/tangselpos

Menteri Perdagangan (Mendag)  Enggartiasto Lukita mengakui bahwa saat ini kurang dari  1.000 unit pasar yang telah direvitalisasi. Masih ada 4.000 pasar lagi yang perlu direvitalisasi. Mendag yakin  revitalisasi 4.000 pasar akan tercapai pada tahun 2018 mendatang. Bahkan menurut Mendag  di  tahun 2018 jumlah bisa lebih dari 4.000 pasar yang direvitalisasi.

Revitalisasi pasar ini merupakan program Nawacita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam program itu Presiden dan Wapres mencanangkan revitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia selama lima tahun.

“Tahun ini, saya masih berhutang, jika asumsinya 1.000 unit per tahun. Tahun depan, kita sudah bisa mengejar lebih dari 4.000 unit dan dengan demikian tahun 2019 bisa lebih dari 5.000 unit,” kata Mendag.

Mendag mengungkapkan  untuk akhir tahun ini pasar yang telah dibangun maupun direvitalisasi dipekrirakan kurang lebih sebanyak 2.710 unit.  Pada 2017 sendiri kurang lebih sebanyak 904 pasar rakyat akan direvitalisasi, dan dari jumlah tersebut sebanyak 241 unit mendapatkan pembiayaan dari Dana Tugas Pembantuan (TP) dan 618 unit menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 45 unit pasar dari pendanaan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Setiap ada revitalisasi pasar, omzet pasti meningkat,” ujar Mendag.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, pada 2016 dari sebanyak 77 pasar rakyat yang dipantau nilai transaksinya mengalami kenaikan omzet rata-rata sebesar 24,38 persen. Pasar-pasar tersebut direvitalisasi atau dibangun pada 2015.

Mendag menambahkan, revitalisasi pasar rakyat yang masuk dalam program pemerintah tersebut bukan hanya mencakup pembenahan pasar secara fisik. Namun juga terkait dengan management serta akses barang modal yang lebih murah bagi para pedagang pasar.

“Pertama, pasar itu kumuh dibandingkan ritel modern yang memiliki harga lebih murah. Yang kami lakukan, bagaimana pedagang pasar tradisional ini bisa mendapatkan sumber alternatif, aksesnya harus sama,” ungkap Mendag.

Pemerintah pada 2017 lebih fokus dalam merevitalisasi pasar skala kecil yakni untuk tipe C dan D. Pasar tradisional tipe C merupakan pasar dengan luas lahan kurang lebih 500 meter persegi dengan jumlah pedagang minimal 50 pedagang dan beroperasi dua kali sepekan.

Sementara pasar tipe D merupakan pasar dengan luas lahan 500 meter persegi dengan jumlah pedagang minimal 500 orang dan merupakan pasar mingguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *