Mendag Pastikan Pasokan Gula Pasir Cukup dan Harga Sesuai HET

0
Mendag Pastikan Pasokan Gula Pasir Cukup dan Harga Sesuai HET

Menteri Perdagangan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya gula pasir, cukup dan harganya sesuai dengan ketentuan pemerintah dan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500/kg di ritel modern. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat sidak ke ritel modern, khususnya gula pasir di ritel modern Transmart Duta Merlin Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Sengaja saya mau cek langsung ketersediaan pasokan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok), seperti minyak goreng, bawang putih, bawang bombay, bawang merah, dan khususnya gula pasir yang banyak dibutuhkan masyarakat saat ini di ritel modern Jakarta,” kata Mendag Agus Suparmanto.

Pengecekan langsung ke pasar oleh Kemendag ini karena pemerintah harus memastikan ketersediaan barang kebutuhan untuk masyarakat tercukupi dan terjangkau harganya bagi rakyat di tengah merebaknya virus COVID-19 di Indonesia.

“Di Transmart Duta Merlin dan Mall Puri Indah, harga bapok terpantau stabil sesuai ketentuan pemerintah dan HET dan stok terpenuhi,” ujar Mendag.

Mendag menyampaikan, pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan dan harga bapok. Khususnya gula, Kemendag bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (APRINDO) untuk mulai mengisi pasokan ritel modern di Jakarta, salah satunya Transmart Duta Merlin sebanyak 20 ton dengan merk Rosebrand dan Gulaku.

Selanjutnya, bekerjasama dengan APRINDO juga akan dilakukan distribusi gula di jaringan ritel modern yang merupakan anggotanya di seluruh Indonesia. Dengan menerapkan harga jual gula pasir sesuai ketentuan pemerintah dan HET di seluruh jaringan ritel APRINDO, diharapkan pedagang di ritel modern maupun pasar rakyat dapat memiliki acuan. Sehingga masyarakat bisa membeli bapok dengan harga yang terjangkau.

“Masyarakat diharapkan tidak panik dan membeli barang yang berlebihan karena pemerintah memastikan pasokan bapok cukup dan harga terjangkau,” imbau Mendag.

Mendag juga menjamin stok pangan mencukupi menjelang puasa dan Lebaran sebelum masa panen pada Juni 2020.

“Pada awal April 2020 nanti, pasokan dan harga gula akan segera normal seiring dengan masuknya impor gula pada kurun waktu minggu ini sampai dengan akhir Maret 2020,” tegas Mendag.

Mendag juga mengungkapkan, gula yang masuk ke sejumlah ritel saat ini merupakan hasil kesepakatan dengan tiga perusahaan produsen gula di Lampung yang telah mendistribusikan stoknya untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta dan sekitarnya dengan jumlah 33.000 ton mulai Rabu (18/3) kemarin.

Sebelumnya Kemendag bersama Satgas Pangan, Polda Lampung dan Gubernur Provinsi Lampung telah melakukan pengawasan stok dan distribusi gula di pabrik gula di Lampung dan menemukan fakta beberapa pelaku usaha masih memiliki stok gula pasir yang dapat dipasok untuk memenuhi kebutuhan di Jawa khususnya Jakarta, Lampung, Jambi, dan Riau.

Di sisi lain, Mendag juga menjelaskan, untuk menjaga ketersediaan pasokan bawang putih dan bawang bombay, Kemendag memberikan pembebasan sementara Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor (LS) untuk impor bawang putih dan bawang bombay. Pembebasan ijin impor sementara ini tertuang di dalam Permendag Nomor 27 Tahun 2020 dan berlaku sementara berlaku untuk bawang putih dan bawang bombay mulai 19 Maret—31 Mei 2020. Namun persyaratan keamanan pangan (food safety) tetap diberlakukan.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah sebagai langkah cepat untuk memastikan ketersediaan pasokan di masa sulit dan sifatnya sementara sampai kondisi aman. Pada kesempatan tersebut, Mendag Agus Suparmanto juga menjelaskan strategi pemerintah untuk melarang sementara ekspor produk masker, bahan baku masker, antiseptic, dan alat pelindung diri. Peraturan tersebut dituangkan dalam Permendag Nomor 23 Tahun 2020. Permendag ini telah efektif dan berlaku hingga 30 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *