Mendorong Mutiara Jadi Komoditas Unggulan Penghasil Devisa Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan akan terus mendukung pengembangan mutiara Indonesia menjadi komoditas unggulan penghasil devisa Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi negara pengekspor mutiara nomor lima di dunia. Akan ada 32 stan yang akan ikut berpartisipasi dalam acara Indonesian Pearl Festival 2019 ini. Diharapkan dapat memacu pergerakan sektor mutiara lokal.
Ketua Divisi Marketing Asbumi Ratna Zhuhry menyebutkan bahwa acara yang dilakukan secara tahunan sejak 2011 memiliki tujuan membranding mutiara Indonesia yang sempat dijuluki Queen Of Pearl di dunia. Namun saat ini tergerus oleh mutiara-mutiara asal China.
“Kami bukan menghalangi mutiara China masuk ke Indonesia. Tapi mereka harus masuk dengan kriteria, namun kriteria itu belum diberlakukan saat ini,” kata Ratna.
Edhy Prabowo Menteri Kelautan mengatakan, dalam Konfersi Pers penyelenggaraan Indonesia Pearl festival ke 8 bekerjasama dengan asosiasi budaya Mutiara Indonesia di Jakarta, Festival Mutiara yang akan digelar pada tanggal 21 sampai 24 November 2019 mendatang bertujuan untuk mengembangkan mutiara Indonesia menjadi Komoditas Unggulan.
Menurut Edhy Prabowo, Indonesia saat ini menjadi salah satu penghasil dan pengekspor mutiara terbesar dunia ke 5 dibawah Tiongkok dengan nilai tahun 2018 mencapai US$47 Juta Dollar Amerika, sementara Hongkong menjadi pengekspor mutiara terbesar dunia dengan nilai sebesar US$483,2 Juta. Edhy berharap peyenglengaraan Indonesia Pearl Festival ini akan membuat pengusaha mutiara dapat mengembangkan usahanya.
“kita nomer 5 dunia penghasilan US$47,8 Juta bukan tidak memungkinkan kedepan dengan perhatian yang serius dari pemerintah iklim ini akan semakin terangkat dan peringkat kita untuk kemungkinan bisa menyalip Tiongkok bisa aja semua itu terjadi” Ujar Edhy
Sementara itu Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Mengatakan, menargetkan transaksi hingga US$20 Juta dalam Pearl Festival.
“Semoga bisa ditingkatkan lagi kalo bisa Rp20 Milyar itu hanya target di event saja kalo target untuk ekspor totalnya minimalnya menargetkan 11% kenaikannya dari total sekarang posisinya sekitar US$ 47 mungkin kita bisa meningkat di atas US$55 Juta” Ungkap Machmud