Mengenal Kanji Rumbi, Penganan Buka Puasa Khas Aceh yang Populer di Medan

0
kanirumbi

Ragam suku dan bangsa yang hidup secara rukun dan bertetangga di kota Medan, secara tidak langsung menjadikan ibukota Sumatera Utara ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang menawarkan banyak sekali citarasa masakan khas. Salah satu yang menarik perhatian saat momen Ramadhan seperti saat ini, adalah salah satu penganan berbuka puasa khas Masyarakat Aceh yang tinggal di Medan yaitu Kanji Rumbi.

Penganan satu ini dikenal mempunyai manfaat bagi kesehatan pencernaan, Kanji Rumbi banyak ditunggu-tunggu penikmatnya. Saat Bulan Ramadhan tiba, penganan yang satu ini menjadi primadona. Tak heran, rasanya yang gurih dan sedap disantap selagi hangat ini memang tak hanya lezat di lidah, tapi juga nyaman di perut. Diracik dengan penuh citarasa menggunakan resep warisan leluhur.

Takjil berupa bubur yang diadon bersama ayam dan rempah-rempah, menjadikan Kanji Rumbi terlihat dan punya citarasa mirip Bubur Ayam. Bahkan ada beberapa kalangan yang menyebutnya Bubur Ayam Aceh.

Selain Kanji Rumbi, takjil berbuka yang disediakan oleh Mesjid Raya Aceh Sepakat Jalan Jalan Mengkara No 2, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara berupa kue-kue khas dari Aceh, kurma dan teh manis. Setelah berbuka dan salat Maghrib, Mesjid Raya Aceh Sepakat akan menghidangkan nasi dengan lauk Kari yang dipadu dengan sayur dan ikan.

Setiap harinya selama bulan Ramadhan, Mesjid Raya Aceh Sepakat menyediakan 1000 sampai 1200 mangkuk Bubur Kanji Rumbi dan juga ribuan piring nasi.

Sejak siang, koki menyiapkan kudapan yang berbahan utama beras dicampur aneka rempah. Tak tanggung-tanggung, proses memasak takjil itu memakan waktu hingga tiga jam. Wak Lilik, koordinator koki mengatakan, setiap harinya memasak 4 ½ bambu beras untuk dibuatkan bubur. Dicampur santan dan aneka rempah serta tambahan berupa udang dan suwiran ayam yang semakin menggugah selera.

“Kita habiskan beras itu sampai 4 ½ bambu untuk dijadikan bubur. lalu, dicampur santan dan rempah-rempah juga ada tambahan udang dan suwiran ayam,” jelas Wak Lilik,

Dana untuk membuat kanji berasal dari sumbangan jamaah. Kanji rumbi bukan sekedar takjil, di dalam semangkuk bubur tersebut terdapat nilai-nilai kebersamaan sehingga semua umat muslim yang menjalankan ibadah berpuasa dapat merasakan keberkahan Bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *