Menjelang Arus Mudik Lebaran 2018, Suhu Udara di Sumatera Utara Mencapai 34 Derajat Celcius
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Syahnan mengungkapkan, wilayah Sumatera Utara (Sumut) saat ini tengah memasuki musim kemarau. Karenanya, pihaknya memprediksi, hingga akhir Juli 2018 suhu udara di sejumlah daerah bisa mencapai hingga 34 derajat celcius.
“Iya, memang lagi musim peralihan, suhu udara di sejumlah daerah di Sumut antara 22 sampai 34 derajat celcius,” ungkap Syahnan kepada Eljohnnews.com di Medan, pada hari Kamis (7/6).
Syahnan pun mengakui bahwa saat ini suhu udara pada beberapa hari terakhir terasa cukup panas terik. Akan tetapi berdasarkan temperatur yang diukur BMKG sehari-hari, menunjukkan suhu udara ini masih terbilang cukup normal.
“Tiap pukul 12.00 WIB, suhu udara khususnya di Medan mencapai 33 derajat celcius, dan kali ini memang agak-agak mendung. Tapi kalau kemarin tercatat mencapai 34 derajat celcius,” kata Syahnan.
Masih menurut Syahnan, Hotspot juga ada terpantau muncul di Sumut. Data terakhir yang diperoleh menunjukkan ada enam titik panas di sejumlah kawasan di Sumut.
“Titik panas terpantau di beberapa tempat, tapi agak rendah. Data terakhir 6 titik hotspot di daerah Labuhan Batu,” ungkapnya.
Sementara itu, menjelang musim mudik Lebaran 2018, tentunya dihimbau kepada para perantau yang berniat pulang mudik ke Sumatera Utara pada momen Lebaran nanti untuk memperhatikan faktor suhu tinggi ini, apalagi masih ada beberapa menjalankan ibadah puasa.
Menghindari paparan terik matahari siang tentu bisa menjadi solusi, agar masyarakat terhindar dari terkena dehidrasi, pusing ataupun gangguan kesehatan lain yang disebabkan oleh paparan terik matahari yang sedang panas-panasnya di Sumatera Utara.
Sekarang ini, walaupun memasuki musim kemarau, akan tetapi sejumlah kawasan Sumut masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Curah hujan biasnya akan terjadi pada sore atau malam hari.
“Mengingat musim kemarau yang kita hadapi saat ini, sebaiknya kurangi aktifitas diluar ruangan, karena terasa cukup panas, apalagi saat ini bulan puasa,” pungkasnya.
“Karena ini masih awal perubahan cuaca, jadi masih berpotensi turun hujan disertai angin dan petir, begitupun frekuensinya akan menurun. Belum ada yang terpantau lebat, jadi masih normal,” urainya.
Begitupun, lanjut Syahnan, untuk kecepatan angin antara 10 – 15 knot dan tinggi gelombang laut antara 1 sampai 1,5 meter. Dia mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
