Mengenal Lebih Dekat 16 Pelabuhan Yang Baru Diresmikan di Sulawesi
Sebagai pulau terpenting di wilayah Indonesia bagian timur, Sulawesi sudah sewajarnya punya banyak pelabuhan-pelabuhan berkelas dunia untuk menopang perkembangan dan kemajuan perekonomian di Sulawesi khususnya dan wilayah Indonesia bagian timur secara umumnya.
Bisa dibilang langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan pemugaran beberapa pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi sangatlah tepat. Puncaknya pada hari ini dimana Kementerian Perhubungan datang dan meresmikan keberadaan total 16 pelabuhan laut di Sulawesi.
Mari mengenal lebih dekat profil dari ke-16 pelabuhan di Sulawesi yang memakan anggaran negara sebesar Rp613 Milyar ini :
– Pelabuhan Mantangisi di Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpan lokal. Pengembangan pembangunan Pelabuhan Mantangisi dilaksanakan mulai tahun 2011-2015 dengan total anggaran Rp 69 miliar. Pengembangan yang dilakukan berupa pembangunan dermaga sepanjang 114 meter, lapangan penumpukan 2,7 hektar, terminal penumpang 200 m2 dan kantor pelabuhan 154 m2 untuk dapat mengakomodasi kapal dengan ukuran maksimal 3000 DWT.
– Pelabuhan Una-Una di Sulawesi Tengah yang merupakan pelabuhan pengumpan lokal dikembangkan mulai tahun 2012-2015 dengan total anggaran Rp 17 miliar. Pengembangan yang dilakukan adalah berupa pembangunan dermaga sepanjang 50 meter, trestle, kantor, dan pos jaga untuk dapat mengakomodasi kapal dengan ukuran maksimal 1000 DWT.
– Pengembangan Pelabuhan Bungku di Sulawesi Tengah yang merupakan pelabuhan pengumpul dilakukan sejak tahun 2010-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 24 miliar. Fasilitas yang dikembangkan di Pelabuhan Bungku antara lain dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Moutong di Sulawesi Tengah yang merupakan pelabuhan pengumpan lokal mulai dikembangkan mulai tahun 2006-2015 dengan total anggaran Rp 28 miliar. Fasilitas yang dikembangkan antara lain dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Torosik di Sulawesi Utara adalah pelabuhan pengumpan regional yang mulai dikembangkan mulai tahun 2010-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 22 miliar. Pengembangan yang dilakukan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pengembangan Pelabuhan Tanjung Sidupa di Sulawesi Utara yang merupakan Pelabuhan Pengumpan Regional dilaksanakan mulai tahun 2010-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 40 miliar. Pengembangan yang dilakukan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Makalehi di Sulawesi Utara sebagai pelabuhan pengumpan regional dikembangkan mulai tahun 2008-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 39 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Para di Sulawesi Utara sebagai pelabuhan pengumpan lokal dikembangkan mulai tahun 2011-2012 dengan total anggaran sebesar Rp 16 miliar. Fasilitas yang dikembangkan adalah pembangunan dermaga sepanjang 35 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Melonguane di Sulawesi Utara yang merupakan pelabuhan pengumpan lokal dikembangkan mulai tahun 2005-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 38 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 168 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Bumbulan di Gorontalo yang merupakan pelabuhan pengumpan regional dikembangkan mulai tahun 2008-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 18 miliar. Fasilitas yang dikembangkan adalah pembangunan dermaga sepanjang 50 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Banabungi di Sulawesi Tenggara yang merupakan pelabuhan pengumpan regional dikembangkan mulai tahun 2008-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 25 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 3000 DWT.
– Pelabuhan Wamengkoli di Sulawesi Tenggara yang merupakan pelabuhan pengumpan lokal mulai dikembangkan pada tahun 2011-2014 dengan total anggaran sebesar Rp 22 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Langara di Sulawesi Tenggara sebagai pelabuhan pengumpan lokal mulai dikembangkan pada tahun 2008-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 41 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 70 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Balanglompo di Sulawesi Selatan sebagai pelabuhan pengumpan lokal mulai dikembangkan pada tahun 2007-2011 dengan total anggaran sebesar Rp 20 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 35 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Sapuka di Sulawesi Selatan yang merupakan pelabuhan pengumpan lokal mulai dikembangkan pada tahun 2011-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 62 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 35 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1000 DWT.
– Pelabuhan Maccini Baji di Sulawesi Selatan sebagai pelabuhan pengumpan lokal yang mulai dikembangkan pada tahun 2004-2015 dengan total anggaran sebesar Rp 61 miliar. Fasilitas yang dikembangkan berupa pembangunan dermaga sepanjang 50 meter serta fasilitas darat penunjang operasional untuk mengakomodasi kapal.
