Menhan Prabowo dan Megawati Resmikan Patung Bung Karno Menunggang Kuda
Bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden pertama RI Soekarno, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama Presiden RI Kelima Ibu Megawati Soekarnoputri meresmikan Patung Bung Karno menunggang kuda di Lapangan Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan), Minggu (6/5/2021). Acara Peresmian hybrid (luring dan daring) dan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan saat penekanan tombol tirai yang menutup patung terbuka. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Kelima Ibu Megawati Soekarnoputri. Prasasti ini sebelumnya juga sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam sambutannya, Megawati mengucapkan terima kasih kepada Menhan Prabowo yang menginisiasi peresmian ini mulai dari konsep hingga tanggal diresmikannya patung tersebut yang dipilih saat lahirnya Bung Karno.
Patung ini merupakan tanda, Bung Karno menghargai pentingnya kehadiran Angkatan Perang Republik Indonesia yang saat ini bernama TNI. Saat itu, Bung Karno sambil menunggang kuda sedang memimpin peringatan Hari Angkatan Perang Pertama di Yogyakarta.
Menurut Megawati, Bung Karno juga selalu mengingatkan pentingnya generasi penerus militer memahami strategi perang gerilya, yang sangat berperan dalam kemerdekaan bangsa ini karena menyatu dengan rakyat.
“Mewakili Keluarga Besar, saya mengucapkan terima kasih atas peresmian patung ini, karena dapat mengingatkan kita tentang nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus”, kata Ibu Megawati Soekarnoputri.
Sementara dalam sambutannya, Menhan Prabowo Subianto menjelaskan bahwa inspirasi karya Monumen Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, dibangun mengacu pada peristiwa sejarah ketika Presiden Soekarno sebagai Panglima Tertinggi perintis kemerdekaan, melakukan inspeksi pasukan dengan menunggang kuda pada peringatan ulang tahun pertama Angkatan Perang Republik Indonesia (sekarang TNI) tanggal 5 Oktober 1946 di Alun-Alun Yogyakarta.
Saat itu, Presiden Soekarno menjadi inspektur upacara dan melakukan inspeksi pasukan menjadi salah satu kegiatan bermakna bahwa Indonesia memiliki tentara yang kuat serta siap mempertahankan kemerdekaan, sekaligus menunjukkan eksistensi keberadaan Indonesia bagi negara lain.
“Presiden Soekarno adalah pahlawan nasional yang mencintai Republik Indonesia dengan sepenuh hati. Beliau telah membuktikan bahwa kecintaan terhadap negeri tak akan luntur semangat dan komitmennya. Untuk itulah kita perlu meneladani jasa-jasa beliau dalam meletakkan nilai-nilai fundamental bangsa ini,” kata Menhan.
Patung Bung Karno sedang Berkuda, adalah karya Seniman Dunadi dari Yogyakarta, memiliki spesifikasi tinggi 6,5 meter, panjang 7,6 meter, dan lebar 2,6 meter, berbahan logam campuran (tembaga, kuningan, timah, dan seng sari), ketebalan cor 2,5 mm – 4 mm, dengan warna patung perunggu kimia bakar serta berat kurang lebih 3 ton.
