Menhub di Sidang IMO Assembly ke-30 : Indonesia Siap Menjadi Poros Maritim Dunia

0
IMO

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berbicara di Sidang International Maritime Organization (IMO) mengenai pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota. Budi Karya memaparkan mengenai progres pembangunan yang mampu menghubungkan antar pulau di Indonesia.

Pidato itu disampaikan dalam sidang IMO Assembly ke-30 di markas IMO, 4 Albert Embankment, Lambeth, London, Selasa (28/11) pagi waktu setempat. Sidang ini dipimpin oleh Presiden IMO Assembly ke-30, Mr. Rolando Drago Rodríguez dari Chili.

Dalam pidatonya, Budi Karya menyampaikan rencana Indonesia untuk mencalonkan kembali menjadi anggota dewan IMO kategori C periode 2018-2019.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki konektivitas antar pulau yang luar biasa. Untuk itu, Indonesia akan terus bekerjasama dengan IMO dalam mendukung rencana Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo di IMO bulan April 2016 lalu,” ujar Budi Karya dalam pidato berbahasa Inggris.

Budi Karya lantas menegaskan bahwa Indonesia akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang fokus pada peningkatan aksesibilitas, konektivitas, keselamatan dan keamanan pelayaran. Tak hanya itu saja, pembangunan juga fokus pada infrastruktur yang mendukung terwujudnya pelayaran aman dan sejahtera, sejalan dengan konektivitas antar wilayah yang semakin baik.

Untuk itu, kata Budi Karya, mengingat posisi yang strategis dan juga sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berkomitmen untuk terus mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global.

“Dalam sidang Assembly ini, Indonesia mencalonkan kembali menjadi anggota Dewan Kategori C periode 2018-2019 dan berkomitmen untuk meneruskan kerjasama yang baik dengan IMO di dalam mewujudkan pelayaran yang lebih selamat, aman dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan semua negara anggota IMO atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO kategori C,” tutup Budi Karya yang disambut tepuk tangan dari para delegasi 172 negara anggota IMO.

Sidang Majelis atau Assembly IMO yang ke-30 dilaksanakan pada 27 November hingga 6 Desember 2017 di London, Inggris.

Dalam sidang IMO Assembly ini juga terdapat agenda pemilihan anggota Dewan IMO yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2017 nanti di Kantor Pusat IMO, London Inggris.

Keanggotaan Dewan IMO terdiri dari 3 kategori yaitu Kategori A terdiri dari 10 negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar. Kategori B terdiri dari 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam penyelenggara jasa perdagangan lewat laut atau International Seaborne Trade dan Kategori C terdiri dari 20 negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

Adapun pada pencalonan anggota Dewan IMO periode 2018 – 2019, 10 negara dipastikan mencalonkan diri dalam Kategori A, 12 negara untuk Kategori B dan 24 negara dipastikan mencalonkan diri untuk Kategori C termasuk Indonesia. Dengan tetap menjadi anggota IMO, Indonesia memiliki posisi tawar yang tinggi dan fungsi penting serta strategis dalam banyak hal di bidang transportasi laut.

Bahkan Indonesia ikut menentukan arah dan kebijakan penyusunan aturan maritim internasional yang juga berpengaruh terhadap kebijakan maritim nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *