Menjadi Wadah Pembinaan Generasi Muda Tionghoa, PSMTI Riau Gelar Pemilihan Didi Meimei Riau
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau baru-baru ini menggelar acara pemilihan Didi Meimei Riau yang pertama kalinya. Ajang ini khusus diselenggarakan bagi anak-anak usia sekolah yang berdomisili di Provinsi Riau, dengan jumlah peserta yang tercatat mencapai 68 orang hingga penutupan pendaftaran pada 9 Januari 2025.
Ketua pelaksana acara Cecilia Huang menyampaikan bahwa respons dari masyarakat Tionghoa sangat luar biasa, meskipun pendaftaran sudah ditutup, banyak yang masih berharap bisa mendaftar. Ia berharap agar ajang serupa dapat kembali diselenggarakan tahun depan agar lebih banyak anak-anak yang bisa turut serta. “Antusiasme masyarakat sangat besar. Semoga tahun depan ada kesempatan lebih banyak bagi mereka,” ujarnya.
Tujuan utama dari pemilihan Didi Meimei Riau ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada generasi muda sejak dini. Dengan mengikuti ajang ini, anak-anak diharapkan bisa mempersiapkan diri untuk bersaing dalam tingkat nasional maupun regional, sekaligus melestarikan budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari identitas Provinsi Riau. Cecilia menambahkan bahwa selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar generasi muda PSMTI di Riau.
Ajang Didi Meimei Riau bukan hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga untuk menciptakan generasi muda yang berkepribadian baik, memiliki wawasan luas, dan mengerti serta mengapresiasi kebudayaan Tionghoa, serta budaya Melayu yang kental di Riau.
“Melalui ajang ini, kami ingin anak-anak di Riau memiliki karakter yang kuat dan siap menggali potensi budaya lokal,” tambah Cecilia.

Peserta pemilihan Didi Meimei Riau dibagi menjadi dua kategori, yakni Kategori A untuk anak-anak usia 7 hingga 11 tahun dan Kategori B untuk remaja usia 12 hingga 16 tahun. Para peserta harus memenuhi beberapa syarat, seperti merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di Riau, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik, serta penampilan yang menarik. Selain itu, mereka juga harus memiliki pengetahuan umum yang cukup dan bersedia mengikuti rangkaian kegiatan selama setahun penuh.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring mulai dari 2 hingga 9 Januari 2025. Hasil seleksi awal diumumkan pada 10 Januari melalui akun Instagram resmi PSMTI Riau. Finalis yang terpilih akan melanjutkan ke tahap registrasi ulang yang akan diadakan pada 11 Januari di Sekretariat PSMTI Riau di Pekanbaru.

Sebagai bagian dari persiapan, para finalis akan mengikuti tahap karantina yang dilaksanakan pada 11-12 Januari 2025, di mana mereka akan mendapatkan pelatihan dalam berbagai keterampilan, termasuk public speaking, modeling, kecantikan, dan pembentukan karakter. Selain itu, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau juga akan memberikan materi mengenai adat dan budaya Melayu untuk memperkaya pengetahuan para peserta.
Tahapan berikutnya adalah Talent Show dan Gladi Bersih yang akan diselenggarakan pada 18 Januari, sebelum akhirnya memasuki puncak acara Grand Final yang dijadwalkan pada 19 Januari 2025 di Atrium Mal Pekanbaru. Sebelumnya, PSMTI Riau telah melakukan roadshow ke berbagai sekolah di Provinsi Riau untuk meningkatkan partisipasi anak-anak di daerah ini. Pihak panitia juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata dan LAM Riau.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Didi Meimei bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk melestarikan budaya Tionghoa dan mempromosikan kekayaan budaya yang ada di Riau,” tutup Cecilia Huang.
