Menko Airlangga Bahas Investasi Rp44,8 Triliun dengan Menteri Perdagangan Tiongkok

0
publikasi_1784341727_6a5ae4dfb71ed

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao gelar pertemuan di Shanghai (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

El John News – Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok melalui berbagai kerja sama strategis di bidang perdagangan dan investasi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, Tiongkok, Jumat (17/7/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas penguatan kemitraan ekonomi Indonesia– Tiongkok yang mencakup sektor perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, hingga kerja sama ekonomi regional.

Salah satu fokus pembahasan adalah implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) yang telah menghubungkan berbagai kawasan industri dan ekonomi di Indonesia dan Tiongkok. Melalui skema tersebut, pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku usaha dari kedua negara didorong untuk membangun kolaborasi yang lebih erat.

Hingga saat ini, sebanyak 30 nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani dalam kerangka TCTP dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.

Airlangga mengungkapkan, selain perkembangan tersebut, pemerintah juga membahas tindak lanjut atas nota kesepahaman lain yang telah disepakati sebelumnya dengan nilai investasi yang lebih besar.

“Kami juga membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar US$2,5 miliar [Rp44,8 triliun asumsi kurs Rp17.921 per dolar AS],” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring pada beberapa waktu lalu.

Menurut Airlangga, berbagai kesepakatan yang telah dicapai perlu segera diwujudkan menjadi proyek investasi yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan perusahaan patungan atau joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok agar implementasi kerja sama dapat berjalan lebih cepat.

“Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan yang dapat bergabung dalam skema TCTP. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, memperkuat konektivitas kawasan industri, sekaligus memperluas manfaat pembangunan ekonomi ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Indonesia berharap Kementerian Perdagangan Tiongkok dapat mendorong lebih banyak perusahaan asal Tiongkok untuk berpartisipasi sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Tanah Air.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas upaya meningkatkan kualitas hubungan perdagangan bilateral. Indonesia mendorong agar pertumbuhan perdagangan tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih seimbang bagi kedua negara.

Selama periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh rata-rata sebesar 7,24 persen, mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara. Sementara itu, di bidang investasi, Tiongkok tetap menjadi salah satu dari tiga investor asing terbesar di Indonesia.

Sepanjang 2025, realisasi investasi Tiongkok mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia. Investasi tersebut didominasi sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan, yang diharapkan terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *