Menkomdigi Tekankan Peran Jurnalis Jaga Akurasi di Era Digital

0
dXBsb2Fkcy8yMDI2LzUvMDMvNzA1M2E4ZmMtY2UxZS00NWZhLThmMWMtZjI2ZTZjMjdiODAwLmpwZWc=

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan sambutan di peringatan Hari Pers Dunia (Foto: Humas Komdigi)

El John News, Jakarta-Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti pentingnya peran jurnalis dalam menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital yang kian cepat. Ia menegaskan bahwa di era saat ini, tantangan utama dunia jurnalistik bukan hanya kecepatan, tetapi juga memastikan setiap informasi yang disampaikan telah terverifikasi dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 yang digelar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Dalam kesempatan itu, Meutya mengingatkan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang dikonsumsi publik.

“Ini era di mana informasi sangat cepat dan sangat banyak, namun tidak semuanya melalui proses verifikasi yang memadai karena adanya tekanan waktu,” ujar Meutya.

Menurutnya, insan pers harus tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa orientasi utama dalam produksi berita bukan sekadar mengejar kecepatan, melainkan memastikan dampak positif bagi publik.

“Pada dasarnya kita membuat berita untuk manfaat banyak orang, bukan untuk mudarat orang banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa penyampaian informasi yang benar merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Ia menekankan bahwa informasi yang dimaksud dalam konteks tersebut adalah informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi adalah bagian dari hak asasi manusia, tetapi yang dimaksud adalah informasi yang benar, bukan misinformasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya fitur siaran langsung di berbagai platform digital, membawa tantangan baru dalam penyebaran informasi. Kecepatan distribusi informasi dinilai harus diimbangi dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak negatif.

“Saat ini banyak siaran langsung, baik di televisi maupun media digital. Kami berharap pihak yang menyampaikan informasi secara cepat tetap menjaga komitmen terhadap kebenaran,” ujarnya.

Dalam momentum ini, pemerintah bersama insan pers diharapkan dapat terus bersinergi untuk menjaga kualitas ruang informasi publik agar tetap sehat, akurat, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *