Menpar Harapkan Wonderful Indonesia Raih 5 Gelar Dari ASEANTA AWARD 2017
Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Indonesia bisa meraih lima gelar yang diikuti Wonderful Indonesia di ASEANTA AWARDS 2017. Yaitu Best ASEANTA Tourism Photo, Best ASEANTA Travel Article, Best ASEANTA New Tourism Attraction, Best ASEANTA Airlaine Programme for ASEAN dan Best ASEANTA Cultural Preservation Efforts.
Kelima gelar tersebut memang diikuti oleh Wonderful Indonesia dari event yang digelar di Manila, Filipina. Hal ini memang butuh perjuangan karena harus bersaing dengan Negara ASEAN lain yang juga berjuang untuk merebut posisi terbaik apalagi sektor pariwisata negara lain yang tidak bisa dianggap remeh.
“Kemenangan itu direncanakan. Tidak tanggung-tanggung, targetnya sapu bersih di semua kategori yang diikuti,” jelas Arief Yahya pada Selasa 4 Juli 2017.
Mengenai keikutsertaan dalam ASEANTA Awards ini penting karena sangat strategis untuk kedepannya, apalagi kompetisi ini dilakukan secara fair dan official/lembaga resmi. Apalagi pasar ASEAN adalah pasar utama penyumbang jumlah wisman terbesar.
“Ilmu di pariwisata itu mirip dengan telco, kedekatan dan akses itu sangat menentukan. Nah, semua negara ASEAN beradu kreasi, bersaing menjadi yang terbaik, untuk menarik wisman negara tetangga. ASEANTA Award ini bisa dijadikan tumpangan untuk memperkuat positioning Pariwisata Indonesia,” tukas Menpar Arief Yahya.
Sebenarnya terdapat enam kategori yang dilombakan di ASEANTA AWARD 2017 kali ini. Dari mulai Best ASEANTA Tourism Photo, Best ASEANTA Travel Article, Best ASEANTA Marketing & Promotional Campaign, Best ASEANTA New Tourism Attraction, Best ASEANTA Airlane Programme For ASEAN hingga Best ASEANTA Cultural Preservation Efforts, semua dikompetisikan.
Wonderful Indonesia tampil di lima kategori. Hanya Best ASEANTA Marketing & Promotional Campaign yang tidak diikuti Wonderful Indonesia. Dari lima kategori yang diikuti tadi, Wonderful Indonesia diharapkan mampu meraih lima gelar tersebut.
“Kami sudah seleksi, kami sudah kirim dan presentasikan, untuk diadu dengan karya-karya terhebat dari negara tetangga,” papar Arief Yahya.
“Karena kebanggaan dan prestasi itu bisa menularkan virus kompetisi internal kita, destinasi, pelaku bisnis, seniman, pemerhati, dan semua pihak yang concern di pariwisata. Semakin ketat kompetisi, semakin banyak karya yang bisa dipromosikan ke mancanegara,” lanjutnya.
Dengan raihan tersebut akan menggemakan nama Indonesia sehinggamenjadi ajang promosi yang efektif, nantinya juga akan menjadi bahan perbincangan publik di ASEAN. Di era kemudahan teknologi dan jaringan media sosial hal ini akan cepat menyebar luas kemana-mana.
“70% travellers juga sudah menggunakan digital untuk search and share,” imbuh Arief Yahya.
Memang beratnya untuk menjadi nomor satu apalagi kompetitor Wonderful Indonesia juga bagus-bagus. Banyak potensi yang bisa diangkat di level ASEAN.
“Caranya cuma satu, tonjolkan yang terbaik! Biarkan karya-karya terbaik itu dijuri oleh tim yang independent,” jelas Arief Yahya.
Sebelumnya di tahun 2016, Wonderful Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan menyabet 3 kategori dari 6 kategori ASEAN Tourism Award (ASEANTA) 2016 di Manila, Filipina. Yang terdiri dari kategori Best ASEAN Tourism Photo Agung Parameswara – Morning In Bromo, Indonesia. kategori Best ASEAN Cultural Preservation Effort Saung Angklung Mang Udjo, Indonesia, dan kategori Best ASEAN Travel Article The Perfect Wave – Colour Magazine, Garuda Indonesia. Sedangkan untuk negara tetangga yaitu Malaysia mendapatkan 2 award dan Singapura 1 Award.
“Kita punya banyak potensi kok. Indonesia punya 10 “Bali Baru”. Ada Toba di Sumatera Utara; Tanjung Kelayang di Belitung; Tanjung Lesung di Banten; Pulau Seribu di DKI Jakarta; Borobudur di Jawa Tengah; Bromo di Jawa Timur; Mandalika di Lombok; Labuan Bajo di NTT; Wakatobi di Sultra; dan Morotai di Maluku Utara. Kalau semua ditampilkan yang terbaik pasti kita bisa menang,” ungkap Arief Yahya.
