Menpar Hargai Travel Advice Yang Diterbitkan Negara Lain Terkait Ancaman Gunung Agung
Menteri Pariwisata (Menoar) Arief Yahya menghargai travel advice yang diterbitkan lima negara kepada warganya yang hendak atau sudah berada Bali, menyusul ancaman erupsi Gunung Agung. Menpar mengatakan Travel Advice merupakan hak setiap negara untuk melindungi warganya yang berada di suatu negara yang tingkat keamanannya terancam.
“Jadi memang itu hak dari negaranya masing-masing untuk melindungi warganya dan itu wajar dilakukan agar warganya berhati-hati untuk tidak mendekati lokasi yang sedang terjadi fenomena alam,” kata Menpar usai Jumpa Pers Rakornas ke-III Kepariwisataan di Hotel Bidakara, Selasa, 26 September 2017.
Menpar meminta kepada wisatawan untuk tidak segan-segan mendatangi posko-posko yang didirkan Pemerintah Provinsi Bali untuk menanyakan seputar Gunung Agung yang berkaitan dengan keselamatan dirinya. Di pokso tersebut telah ada perwakilan dari Kementerian Pariwisata yakni dari STP Bali yang siap melayani para wisatawan.
“Jadi Kemenpar tidak membentuk posko sendiri karena ini sudah di handle oleh provinsi kemenpar diwakili oleh STP Bali menjadi bagian anggota dari posko yang dibuat oleh Pemda provinsi Bali,” ujar Menpar.
Lebih lanjut Menpar mengatakan pihaknya bersama kementerian terkait sudah menyiapkan antisipasi jika Gunung terbesar di Bali itu meletus. Antisipasi yang disiapkan Menpar untuk para wisatawan diantaranya telah menyiapkan tujuh Bandara, Pelayanan Hotel yang sangat memudahkan para wisatawan dan juga konektivitas jalur darat untuk wisatawan.
Menpar juga memastikan meski ada ancaman Gunung Agung, pariwisata di Bali tetap jalan terus. Hal itu terlihat dari kunjungan wisatawan ke Bali setiap hari tidak ada penurunan disaat ancaman erupsi terjadi.

