Menpar Ingin Penerbangan China ke Indonesia Diperbanyak

0
_DSC2725

Wisatawan China masih menjadi salah satu wisatawan terbanyak yang mengunjungi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumah kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambi  itu, mencapai    1,5 juta lebih kunjungan  pada tahun 2016.  Di tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan China naik sebesar 36 persen atau sekitar  1,9 juta orang. Tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar menargetkan) 3 juta kunjungan wisman China ke Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan untuk mencapai angka itu, ada upaya yang paling efektif untuk menarik lebih banyak lagi kunjungan wisman China. Upaya itu, yakni membuka sebanyak-banyaknya penerbangan dari China ke Indonesia.

“Aksesibilitas, yang harus lebih banyak dari China ke Indonesia, dulu kita mulai dari tiga kota, Beijing, Shanghai  dan Guangzhou.  Ternyata tiga-tiganya meledak dan kita start mulai 10, semua charter flight dari 10 ini  meledak juga. Tapi point utama saya,  adalah kita harus lebih banyak  membuka penerbangan dari China  ke Indonesia,” kata Menpar saat diwawancara  tokoh pariwisata Indonesia  yang juga Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto di ruang kerja Menteri Pariwisata, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Senin, 20 Agustus 2018.  Wawancara ini, dapat disaksikan di website EL JOHN TV (www.eljohn.tv).

Menpar  memberikan contoh Manado, yang hingga saat ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan China. Awalnya Manado hanya sebagai bonus bagi wisatawan China yang berkunjung ke Bali.

“Kita jual Bali sebenarnya, dengan bonus Manado untuk pertama kali, itulah trik yang kita lakukan.  Tetapi ketika Chiner tourist sudah datang ke Manado, mereka sangat menyukai jadi tidak perlu lagi  menjual Bali, tapi  cukup ke Manado mereka sudah senang sekali,” ungkap Menpar.

Menpar mengaku upaya untuk menjadi Manado sebagai pelengkap paket perjalanan ke Bali membuahkan hasil.Mayoritas wisatawan China senang ke Manado, karena apa yang diinginkan para wisatawan China ada di Manado.

“Manado sempurna , wisata baharinya dapat,  seafood nya dapat, tapi yang ketiga di sana , branded itemnya kurang, itu digantikan  dengan ikan. Mereka senang membeli ikan untuk dibawa pulang,” tutup Menpar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *