menpar sambutan

Jepang menjadi  negara percontohan bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam hal membenahi jumlah wisatawan mancanegara (wisman). Terobosan yang dilakukan Jepang agar mendongkrak wisman adalah dengan melakukan deregulasi.

Dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Kepariwisataan I-2017 di Hotel Borobudur, kamis, 30 Maret 2017, Menpar mengatakan Jepang mungkin tidak memiliki destinasi wisata sebanyak Indonesia, namun negeri sakura itu memiliki jurus jitu yakni dengan melakukan pemangkasan regulasi  kepada industri airlines dan bandara-bandara mereka. Hasilnya, jumlah turis naik drastis hanya dalam tempo 2 tahun saja.

“Jepang naik lebih dari 50%, hampir 60% karena de-regulasi. Dengan mengubah regulasi, otomatis akan diikuti pebisnis, airlinesnya juga akan ikut,” kata Menpar.

Menurut Menpar, ada tiga masalah regulasi yang dinilai Jepang dapat menghambat pertumbuhan wisman. Ke tiga masalah itu yakni yaitu soal fasilitas visa bagi wisatawan, memperbanyak pesawat Low Cost Carrier, serta mengatur nilai mata uang mereka.

“Ada 3 faktor yang dilakukan Jepang dan sudah kita terapkan. Pertama dari visa facility, kita sudah melakukan itu, sudah kita permudah. Kedua, depresiasi mata uang Yen, impactnya meningkatkan price compititiveness, kita juga sudah. Ketiga, Jepang mengenalkan pesawat low cost carrier. Ini juga sudah,” jelas Menpar.

Data menyebutkan jumlah wisman ke Jepang dari tahun 2013 hingga 2015 jumlahnya meningkat tajam. Dari semula 10 Juta orang di 2013, melonjak hingga 20 Juta orang di 2015 hanya dalam jangka waktu 2 tahun saja.

“79% wisatawan, hampir 80% menggunakan jalur udara, jalur laut 20 %, jalur darat cuma 1% saja. Kalau kita tidak berubah, kita akan ketinggalan dengan pesaing kita,” tutup Arief.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *