Menpar Launching Penyelenggaraan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017

0
WhatsApp Image 2017-08-02 at 22.40.37

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya me-launching  Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar),  Jumat (28/7).

ISTA merupakan ajang untuk memberikan penghargaan bagi destinasi maupun entitas pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata yang berkomitmen dalam menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable) di daerahnya.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi penyelenggaran ISTA 2017 yang baru pertama kali yang sekaligus dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Pedoman ini mengadopsi dari standar internasional GSTC yang dijadikan sebagai  acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah (Pemda) dan pemangku kepentingan lainnya dalam pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan dan juga menjadi dasar bagi skema untuk sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan sektor pariwisata sebagai core business Indonesia dengan pertimbangan bahwa pariwisata  memiliki banyak keunggulan di antaranya merupakan penghasil devisa dan menciptakan lapangan kerja terbesar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional semula sebesar 9,5% pada  2014  akan meningkat menjadi 15% pada 2019 mendatang, begitu pula lapangan kerja yang tercipta semula 11 juta   menjadi 13 juta.

“Pariwisata memiliki keunggulan dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan environment  sustainability  atau tourism  sustainability  dengan prinsip yang kita  dipahami yakni ‘Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan’,” kata Menpar Arief Yahya.

Penyelenggaraan ISTA yang diinisiasi oleh Kemenpar ini dimaksudkan; untuk memberikan rekognisi kepada pihak-pihak yang telah berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan;  mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan dan partisipasi serta kerjasama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi; serta menstimulasi agar semakin banyak destinasi yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan sekaligus menjadi ajang promosi maupun branding di tingkat nasional maupun internasional, dalam rangka mengakselerasi kunjungan wisata ke Indonesia.

Sementara itu entitas yang berhak untuk mendapatkan ISTA adalah para pemangku kepentingan dalam suatu destinasi pariwisata yang berkolaborasi dan memenuhi kriteria pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan khususnya: pengelola desa wisata, pengelola kawasan, Organisasi Tata Kelola Destinasi (Destination Management Organization – DMO), dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Badan Otorita Pariwisata (BOP), Yayasan, Perseroan Terbatas (PT).

Pendaftaran peserta ISTA 2017 dimulai bulan Mei sampai 30 Juni  2017.  Hingga penutupan pendaftaran telah terdaftar sebanyak 96 pengelola destinasi dari 43 kabupaten dan 23 provinsi di Indonesia,  sebagai peserta. Para peserta ini diseleksi pertama kali dalam desk evaluation, kemudian bagi peserta yang lolos dari tahap tersebut akan dijadikan nominator penerima ISTA 2017, kemudian para juri akan melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke destinasi-destinasi nominator. Juri terdiri atas Juri Kehormatan dan Juri yang beranggotakan para akademisi dan praktisi yang memiliki kepakaran di bidang pariwisata.

Juri Kehormatan antara lain I Gede Ardika (mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan), Mari Elka Pangestu (mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), dan Jonathan Parapak (mantan Sekjen Parpostel sekarang Rektor Universitas Pelita Harapan), sedangkan Juri  terdiri  dari; Jatna Supriatna (Kepala Research Center for Climate Change Universitas Indonesia, Chair SDSN Indonesia, dan Co-Chair of SDSN Southeast Asia Universitas Indonesia); Muhammad Baiquni (Ketua Dewan Peneliti Puspar Universitas Gadjah Mada); David Makes (Direktur PT. TSS dan Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar); Winda Mingkid (Wakil Dekan, Universitas Sam Ratulangi); Diena M Lemy (Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan & Sekjen HILDIKTIPAR); Frans Teguh (Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Kementerian Pariwisata); dan  Robby Adiwidjaja (Peneliti, Kementerian Pariwisata).

Para nominasi tersebut akan dipilih sebagai yang terbaik untuk  kategori; Pengelola Destinasi Pariwisata; Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal; Pelestarian Budaya bagi Masyarakat dan Pengunjung; dan kategori Pelestarian Lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *