Menpar Optimis Kelas Internasional Dapat Bantu Kembangkan SDM Pariwisata
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memiliki terobosan baru dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi di sektor pariwisata, yakni dibukanya kelas internasional di setiap perguruan tinggi. Terobosan itu dikemukakan Menpar di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I tahun 2019 di Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Mantan Dirut Telkom ini, menjelaskan di kelas internasional ini nantinya para dosen pariwisata terbaik di dunia akan didatangkan ke Indonesia. Mereka akan berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana caranya mengembangkan pariwisata agar dapat bersaing di dunia.
Menpar optimis kelas internasional ini, banyak diminati mengingat jumlah mahasiswa Indonesia yang begitu banyak. Selain itu kelas ini jauh lebih hemat dibandingkan harus mengirim mahasiswa ke luar negeri.
“Kita juga ga boleh bermimpin mengirimkan jutaan anak-anak muda ke luar, itu bisa triliunan. Mohon didukung, menurut saya Pak Presiden bisa yakin akan melakukan hal yang sama. Nah saya sebagai skala yang kecil yang hanya punya enam perguruan tinggi memberikan model. Beginilah loh kita membuat international class,” kata Menpar dalam konferensi pers usai membuka Rakornas Pariwisata I tahun 2019, Kamis (28/2/2019).
Menpar berharap di Perguruan Tinggi Pariwisata di Bali dan Bandung dapat membuka kelas internasional. Menpar yakin jika hal tersebut dilakukan, maka dua perguruan tinggi ini akan kebanjiran mahasiswa.
“Kalau di Bandung dan di Bali ada Internasional Class akan lebih banyak anak-anak Indonesia yang bisa sekolah di Internasional Class. Dengan SPP lokal. Untuk anak-anak mahasiswa Indonesia tentu di Bali lebih banyak Bali kalo di Bandung, lebih banyak Bandung tapi boleh juga seluruh Indonesia,” ujar Menpar.
Sementara terkait Program One GM One SMK’ yang diluncurkan saat Rakornas, Menpar menyebut program ini nantinya akan lebih mengutamakan pengajar dari kalangan profesional.
“Saya ingin anak-anak kita itu dididik oleh profesional. Dosen boleh tapi cukup 30 persen, 70 persen langsung pada para GM. Kita punya SMK jumlahnya ribuan jadi saya minta para GM mengajarkan, ternyata mau para GM-GM hotel itu itu yang sudah berjalan di 1.200 SMK.
Seperti diketahui “One GM One SMK” merupakan implementasi dari program 3 C yaitu curriculum, certification, dan centre of execellence, dan implementasi SMK Revitalisasi sesuai dengan INPRES Nomor 9 Tahun 2016 untuk meningkat standar sesuai dengan kebutuhan industri dengan menambah SDM Guru berasal dari industri dan praktisi.
