Menpar: Pengembangan Toursim 4.0 Untuk Menarik Jumlah Wisatawan Milenial

0
IMG-20190228-WA0011

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya  mengatakan pariwisata dan wisatawan milenial merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi saat ini, sedang menuju pariwisata 4.0. Untuk mengembangkan pariwisata 4.0 maka yang dibutuhkan adalah menarik sebanyak-banyak wisatawan milenial.

Wisatawan kekinian ini, sangat menyukai pariwisata yang berbasis teknologi, khususnya teknologi digital. Menpar memiliki data bahwa  jumlah wisatawan milenial mencapai 50 persen dari keseluruhan wisman inbound ke Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan berlipat.

Menurut Menpar, upaya untuk menarik wisatawan milenial juga sedang dilakukan negara-negara lain. “Sebagai perbandingan, Malaysia dalam program tourism 4.0 menargetkan pertumbuhan 4 kali lipat pada 2030, sedangkan Spanyol menjadi negara yang paling berhasil dalam tourism 4.0,” kata Menpar  saat memberikan paparan  dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Tahun 2019 yang mengangkat tema ‘Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0: Transforming Tourism HR to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era’ di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Menpar  menngungkapkan bahwa ada perubahan perilaku yang ditunjukan wisatawan milenial. Perubahan itu, terlihat pada keinginan wisatawan milenial yang ingin mandiri dan individual. Hal tersebut merupakan tanda sudah bahwa  pariwisata kini sedang menuju pariwisata 4.0.

Menpar mencontohkan, wisatawan Tiongkok misalnya yang dahulu dikenal sebagai wisatawan yang senang berkelompok dalam melakukan perjalanan wisatanya, kini sudah lagi. Saat ini mereka lebih cenderung menjadi wisatawan individual, karena adanya kehadiran teknologi digital yang dapat memberikan kemudahan dalam merencanakan perjalanannya.

“Sekitar 70 persen wisman Tiongkok adalah individual dengan usia 15-23 tahun sebanyak 23 persen,” ujar Menpar.  Ia mengatakan, kelompok wisatawan milenial saat ini mendominasi negara-negara sumber wisman dunia.

Perubahaan perilaku pasar, kata Arief Yahya, lebih lanjut diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen (customer behavior) yang semakin mobile, personal, serta interatif dan ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital, semakin personal (the more digital, the more personal).

“Dalam industri pariwisata perubahan perilaku konsumen itu terlihat, ketika search and share  70% sudah melalui digital. Industri travel agen sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital,” kata Arief Yahya. Ia juga mengingatkan kembali tagline ‘The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global.

Menpar mengakui bahwa banyak negara sedang berlomba-lomba mengambangkan pariwisata 4.0. Pariwisata yang satu ini dianggap jitu dalam menarik banyak wisatawan utamanya wisatawan milenial. Yang sukses melakukan ini, adalah Spanyol. Semua destinasi di negeri matador itu memiliki konsep pariwisata 4.0

“Spanyol menjadi banchmarking. Negara ini telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utamanya dengan membangun ekosistem digital mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip serba digital mencerminkan era tourism 4.0,” ungkap Menpar.

Menurut Menpar  Kemenpar saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam grand strategy. Strategi besar yang dimaksud meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0; Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0; 5 Technology Enabler; 9 Key Initiatives for Discipline Executions; dan Pentahelix Collaboration Approach.

“Kunci dalam grand strategy pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia atau SDM dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” tutup Menpar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *