Menparekraf Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan di Bandara Hang Nadim

0
Whats_App_Image_2021_01_22_at_12_31_41_98253dc139

Melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, dimanfaatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno untuk meninjau penerapan protokol kesehatan di Bandara Hang Nadim.

 Peninjauan ini dilakukan Menparekraf, setibanya di  Bandara Hang Nadim pada Jumat pagi (22/1/2021).  Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, melihat tahapan protokol kesehatan yang dijalani calon penumpang pesawat.  Selain itu, Menparekraf juga mengamati kesiapan petugas untuk memastikan semua calon penumpang menjalani protokol kesehatan ini.

 Menparekraf mengapresiasi kesiapsiagaan yang dilakukan petugas di Bandara Hang Nadim, mulai dari Anggota Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim dan Aviation Security Bandara Hang Nadim. Mereka telah  bekerja secara maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

 “Kunci kita untuk bisa mengatasi COVID-19 adalah pertama patuh dulu kepada protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Yang kedua testing, tracing, dan isolasi mandiri. Tadi saya menggunakan fasilitas e-HAC yang pelayanannya sangat baik dari bandara ini, jadi saya ucapkan terima kasih,” ungkap Menparekraf.

 Menparekraf menilai Batam sangat berkomitmen dalam menekan angka  penyebaran COVID-19, hal itu terlihat dari penerapan protokol kesehatan yang ada di Bandara Hang Nadim dan ditambah menurunnya angka kasus positif COVID-19 di Batam dalam dua pekan terakhir ini.

 Kabar baik ini juga tak lepas dari  peran pemerintah yang sungguh-sungguh dalam mengatasi pandemi. Jika hasil positif ini dipertahankan,  tidak menutup kemungkinan border tourism dapat diterapkan di Batam pascapandemi COVID-19.

 “Jika Batam mengalami angka penularan yang terus menurun dan zero community infection, ini kita mungkin bisa menerapkan border tourism dan menjadikan Batam sebagai gerbang Indonesia yang lain setelah Bali. Jadi itu yang akan kami lakukan pertama aspek kesehatannya, dan tentunya di lingkungan pariwisata dan ekonomi kreatif bagaimana kita mulai merencanakan program-program stimulus agar pariwisata ekonomi kreatif kita bisa bangkit,” ucap Sandiaga.

Menurut Menparekraf, Batam merupakan wilayah yang memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  Apalagi, industri ekonomi kreatif di Batam sangat berkembang dan dapat dijadikan penopang untuk sektor pariwisata sehingga keduanya dapat saling membantu untuk meningkatkan perekonomian Batam di tengah pandemi COVID-19.

 “Batam ini punya potensi yang luar biasa, karena industri kreatifnya berkembang dengan sangat pesat. Jadi target kami dari kunjungan ini adalah bagaimana mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, bagaimana kita mempersiapkan juga destinasi wisata dan ekonomi kreatif dan bagaimana kita bangkit dan pulih pasca pandemi ini,” ungkap Menparekraf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *