Menparekraf Lantik Vinsensius Jemadu Sebagai Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur

0
WhatsApp Image 2021-06-16 at 05.36.28

Bagian yang mengurusi destinasi dan infrastruktur di  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kini memiliki pimpinan baru, ia adalah Vinsensius Jemadu. Pada Selasa (15/6/2021), Vinsensius resmi dilantik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf. Sebelumnya, Vinsensius Jemadu menjabat sebagai  Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf

Acara pelantikan dilangsungkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf secara hybrid (daring dan luring). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo serta seluruh pejabat eselon I Kemenparekraf.

Dalam pelantikan ini, Menparekraf memberikan arahan kepada Vinsensius dalam menjalankan tugasnya. Arahan itu yakni agar menjalankan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam pengembangan destinasi dan infrastruktur parekraf.

Pengembangan destinasi dan infrastruktur tersebut difokuskan di  tiga quick win yang dicanangkan, yakni pengembangan desa wisata yang aman COVID-19; penyiapan pilot project destinasi yang siap menerima kembali kunjungan wisman di era normal baru saat pandemi berlangsung dan pasca pandemi; serta onboarding digital untuk digitalisasi produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya men-challenge Pak VJ (Vinsensius Jemadu) untuk dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Memang kita ditugaskan untuk mendorong lima destinasi super prioritas, tapi ada beberapa destinasi yang sangat strategis seperti Bali, Batam, dan Bintan serta beberapa destinasi yang ada di wilayah Indonesia yang perlu kita dorong termasuk desa wisata,” kata Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan,  ada ukuran yang dilihat untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), salah satunya adalah kesiapan destinasi dan infrastruktur. Karena itu pengembangan destinasi dan infrastruktur tetap berjalan meski di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah tugas yang super penting, karena kesiapan destinasi dan infrastruktur akan menjadi tolok ukur kita. Dan ini sudah menjadi arahan Presiden, dan tentunya harapan kita bersama untuk bangkit dan pulih segera pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf.

Menurut Menparekraf,  Presiden menginginkan agar pengembangan 5 destinasi super prioritas tidak berhenti, justru terus berlanjut. Akselerasi infrastruktur yang dikerjakan lintas sektor, implementasi CHSE, hingga penyiapan calendar of event menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pengembangan di 5 destinasi tersebut tetap berjalan.Pembangunan 5 destinasi pariwisata super prioritas dilaksanakan dengan model orkestrasi pembangunan sesuai dengan tren pariwisata pascapandemi COVID-19: customize, localize, personalize, dan small in size yang berbasis pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

 Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu,  mengucapkan terima kasih kepada Menparekraf, Wamenparekraf dan para senior di jajaran Kemenparekraf yang telah mempercayakannya untuk  mengemban tugas  baru ini.

Vinsensius  menilai tugas ini menjadi tantangan tersendiri karena berjalan di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian, Vinsensius tetap melaksanakan amanah ini, karena kondisi saat ini adalah  momentum untuk bersama membenahi destinasi.

“Kemenparekraf tentu tidak bisa bekerja sendiri dan destinasi itu adanya di kabupaten atau kota, di daerah. Sehingga kolaborasi dan juga kerja sama yang betul-betul intensif dengan daerah dan stakeholder lainnya terutama para pelaku itu sangat penting,” kata Vinsensius Jemadu.

Terkait tiga quick win yang dicanangkan, Vinsensius mengatakan akan melakukan hal yang terbaik. Desa wisata dikatakannya akan menjadi salah satu daya tahan pariwisata nasional. Karenanya sertifikasi CHSE akan terus diperluas dan diakselerasi untuk mempersiapkan masyarakat dan juga destinasi untuk menyambut kembali wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Ekonomi kreatif juga menjadi kekuatan kita, oleh karena itu terkait dengan inovasi sebagai salah satu pilar pembangunan akan kita usahakan supaya semakin banyak para pelaku ekonomi kreatif yang onboarding ke digital. Kita harapkan para pelaku semakin banyak yang onboarding hasil karya mereka sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat,” kata Vinsensius.

Selain pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Menparekraf juga melakukan Pelantikan 9 Pejabat Administrator, 26 Pejabat Pengawas, dan 17 Pejabat Fungsional di lingkungan Kemenparekraf, serta 5 Kepala Divisi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. (Sumber Kemenparekraf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *