Menparekraf Pimpin Workshop KaTa Kreatif, Targetkan Semarang Jadi Kota Kreatif Unggulan

0
WhatsApp Image 2024-09-12 at 16.31.07

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggulirkan program Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia tahun 2024. Kali ini program KaTa Kreatif menyasar kota Semarang.  Kota Port of Java ini menjad lokasi ke 17 yang didorong untuk berinovasi melahirkan produk ekonomi kreatif yang berdaya saing.

Program ini dikemas dalam bentuk workshop bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang dilangsungkan di Taman Budaya Raden Saleh pada Kamis (12/09/2024).

Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi; serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R Wing Wiyarso Poespojoedho.

Ada 150 peserta yang ikut dalam kegiatan workshop ini. Mereka merupakan pelaku ekonomi kreatif yang berdomisili di Kota Semarang.

Selain mempunyai potensi pariwisata yang tak terhitung, Kota Semarang  juga mempunyai potensi ekonomi kreatif yang beragama, khususnya pada subsektor kuliner, kriya dan fesyen. Namun demikian, diperlukan kreativitas dan inovasi pelaku ekonomi kreatif dalam menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini.

Kegiatan workshop ini merupakan bentuk aktivitas kegiatan dengan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dan pengusaha UMKM dalam mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga memiliki nilai tambah dan memberikan penguatan branding pada produk-produknya.

Menparekraf  Sandiaga menyoroti pentingnya Semarang sebagai kota yang memilih fashion sebagai sub sektor unggulan dan mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan potensi tersebut. Menparekraf pun optimis  Semarang, dapat  memperkuat posisinya di bidang fashion, memiliki peluang besar untuk menjadi kota kreatif yang diakui secara internasional.

“Saat ini, ada dua kota di Jawa Tengah yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.Jika Semarang berhasil mengembangkan ekosistem kreatifnya, terutama dalam subsektor fashion, tidak menutup kemungkinan bahwa kota ini bisa menjadi kota ketiga dari Jawa Tengah yang mendapat pengakuan serupa,” kata Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan strategi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, yaitu dengan fokus pada inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Selain itu, Menparekraf juga  mengingatkan bahwa setiap kota, termasuk Semarang, harus memanfaatkan semangat “3G”  yakni Gerak Cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber) dan Garap Semua Potensi (Gas Pol).

 Tak ketinggalan, pesan semangat kerja empat As yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas juga menjadi landasan untuk bekerja untuk sektor ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, Menparekraf  menjelaskan bahwa kota-kota yang telah mendapatkan pengakuan sebagai kota kreatif seringkali mengalami peningkatan minat dari para pengusaha dan pelaku industri kreatif.

“Melihat kota-kota di Eropa dan Amerika yang telah menjadi pusat daya tarik usahawan, kita bisa belajar dari Paris, London, dan New York. Paris dikenal sebagai pusat fashion dunia, London dengan keunggulan di bidang performing arts, dan New York yang terkenal dengan industri filmnya,” tutup Menparekraf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *