Menparekraf Terjunkan Tim Manajemen Krisis Untuk Identifikasi Dampak Erupsi Semeru

0
Menparekraf Semeru.jpg 1

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam kepada masyarakat yang menjadi korban bencana erupsi Gunung Semeru pada Sabtu lalu (04/12/2021). Ucapan duka ini disampaikan Sandiaga saat kegiatan Weekly Press Briefing 2021 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang disiarkan secara daring, Senin (06/12/2021).

Sandiaga mendoakan agar bencana erupsi ini dapat segera tertangani dan sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif (parekraf) di wilayah yang terdampak erupsi dapat segera pulih.

Untuk mengidentifikasi apa saja kerusakan yang dialami objek wisata, Sandiaga telah memerintahkan tim manajemen krisis pariwisata  dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk terjun ke lokasi bencana. Tim ini bekerja dibawah koordinasi Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Henky Hotma Parlindungan Manurung.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi hari Sabtu lalu. Kami sendiri telah mengerahkan tim manajemen krisis untuk mengidentifikasi dampak serta bantuan sarana dan prasarana yang bisa kita berikan kepada saudara kita,” kata SandiagaUntuk mengoptimalkan identifikasi, tim manajemen krisis parekraf akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang maupun Malang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di dua kabupaten tersebut serta para pemangku kepentingan lainnya.

Selain identifikasi, tim manajemen krisis parekraf ini juga akan melakukan tugas lainnya seperti menyampaikan informasi berkala sesuai fakta yang ditemukan dilapangan

“Pertama kajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi-lokasi yang dibutuhkan dan koordinasi donasi karena kami banyak mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa sebagian dari pada teman-teman ingin ikut berdonasi memberikan bantuan dalam lingkup gerak bersama atau geber parekraf peduli dan juga yang terpenting penanganan stress dan traumatic healing dan ini merupakan bagian dari gerak bersama kita, kerja bareng kita  dengan beberapa elemen terkait  dan stakeholders,” ujar Sandiaga.Sandiaga mengaku telah mendapat informasi awal terkait  kondisi sejumlah  desa wisata yang lokasinya tidak jauh dari lereng Gunung Semeru.  Desa-desa wisata tersebut di antara Desa Wisata Hutan Bambu yang memiliki daya tarik Hutan Bambu. Kini kondisinya tertutup abu vulkanik tebal.

Selain itu ada Desa Tirtosari View yang mengalami kerusakan akses jalan karena dihantam semburan abu vulkanik Gunung Semeru.

“Selanjutnya ada Desa Wisata Gunung Wayang, ini daya tariknya adalah take off paralayang, ini kerusakannya masih di identifikasi tapi akses berdebu vulkanik  dan atraksi yang rusak tempat take off dan landing untuk paralayang,” terang Sandiaga.Terkait kerugian, Sandiaga menyebut belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami untuk sektor parekraf ‘Dari segi jumlah total kerugian dari segi rupiah belum kita finalisasi,” sebut Sandiaga

Sandiaga berharap dengan diturunkannya tim manajemen krisis, upaya pemilihan sektor parekraf di daerah terdampak erupsi Gunung Semeru dapat segera pulih.

“Saya harapkan tentunya ini tidak memutuskan tali silaturahmi  dan semangat kita, bencana ini justru memperkuat silaturahmi kita serta memperkuat kerjasama dan gotoroyong kita,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *