Mentan dan Menkop UKM Gandeng IPB Untuk Ciptakan Inovasi Produksi Pangan

0
1622372280_syl5

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggandeng perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi dan teknologi yang dapat mendukung peningkatan produksi pangan nasional dan kesejahteraan pertanian berbasis korporasi. Perguran tinggi yang diajak untuk kerjasama kini adalah Institut Pertanian Bogor (IPB).

Belum lama ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki serta Rektor IPB, Arif Satria  bertemu untuk membahas lebih dalam inovasi-inovasi tersebut yang dilangsungkan di Kampus IPB.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, dilakukan uji coba teknologi terkini untuk penanaman.

” Pak Menteri Koperasi dan Rektor IPB, kita  mencoba sebuah teknologi baru dimana pertanaman tidak harus di tanah, tapi di atas air, danau. Tapi ini baru uji coba. Kita akan coba kembangkan bersama Menteri Koperasi, menteri lainnya dan perguruan tinggi khususnya IPB. Hasilnya hari ini kita lihat, tanaman kangkung rasanya lebih renyah,” demikian dikatakan Mentan.

Mentan menyebut peranan perguruan tinggi sangat dibutuhkan Pemerintah untuk mengoptimalkan produksi pangan nasional yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perguruan tinggi juga dapat menjadi penggerak untuk meyakinkan milenial bahwa pertanian merupakan sektor yang memiliki progress yang baik untuk masa depan.

Karena itu, upaya menggandeng perguruan tinggi adalah untuk terus mengawal akselerasi dan pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi karena produksi pangan tidak hanya untuk ketahanan pangan nasional tapi juga harus dapat diekspor.

“Ini adalah sesuatu terobosan baru yang diminta Bapak Presiden Jokowi, harus ada temuan-temuan baru untuk dikembangkan ke masyarakat. Peningkatan produksi pertanian dan hingga ada kepastian pasar bagi hasil pertanian petani berkualitas bagus, diolah dan dikemas menarik,” tutur SYL.

Lebih lanjut SYL menjelaskan dengan sinergi dengan Menkop UKM, aspek hilirisasi, pemasaran dan pengkoorporasian dapat diimplementasi dengan nyata. Tapi dibalik itu, berbagai hasil riset pertanian akademik, Kementan memberikan bagi 15 perguruan tinggi, salah satunya IPB.

“Kerja sama dengan IPB dan 15 perguruan tinggi ini untuk sama-sama menemukan varietas unggul dan ini sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi. Perguruan tinggu harus menjadi rumah inovasi dan menerobos kebaruan dan tantangan-tantangan era, termasuk mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas di masa mendatang karena kita akan bersaing secara global,” jelasnya.

Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan peran Kemenkop dan UKM dalam kerja sama antar kementerian dalam hal ini Kementan bersama perguruan tinggi yakni fokus pada pengembangan model bisnis pertanian. Yang tak penting juga adalah mengkoorporatisasi petani-petani perorangan dan skala kecil kemudian dikoperasikan sehingga masuk dalam skala ekonomis.

“Model bisnis seperti ini perlu kita lakukan agar petani lebih produktif menggunakan bibit-bibit varietas unggul hasil riset, lalu petani terhubung dengan market dan pembiayaan. Kami sekarang dengan Pak Mentan Syahrul seperti itu. Dan ini kami sesuai perintah Bapak Presiden Jokowi untuk membuat piloting produk pangan tropis untuk ekspor,” ungkapnya.

 “Dan hari ini adalah sinergi kami bertiga (Menkop UKM, Mentan SYL dan Rektor IPB) harapan ke depan dapat mengembangkan model bisnis pertanian yang dapat terintegrasi dengan riset, pasar dan pembiayaan. Dengan begitu, produk petani dalam mensuplai kebutuhan pasar baik segi kuantitas maupun kualitas,” tambah Teten.

Pada kunjungan ini Mentan Syarul dan Menkop Teten melakukann Panen Melon di Kampus IPB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *