Menteri BUMN Berencana Merubah Pabrik Gula Colomadu Jadi Wisata Budaya

0
pabrik gula 1

Bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu di Kabupaten Karanganyar, Jateng, akan dikembangkan menjadi wisata cagar budaya internasional. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi bekas PG Colomadu, Sabtu, 8 April 2017.

“Pabrik gula yang dibangun tahun 1861 dan merupakan salah satu yang terbesar. Jadi kalau kita bisa pertahankan, ini akan bisa betul-betul menarik wisatawan,” kata Rini.

Rini ingin bekas PG Colomadu dikomersilkan tanpa menghilangkan corak keasliannya agar bisa dikenal internasional dan bermanfaat bagi semua pihak.

“Bukan hanya tradisonal, tapi nanti juga akan mengundang penyanyi internasional agar Colomadu, Solo, dan sekitarnya bisa dikenal secara menyeluruh dan berguna bagi semuanya,” ujar Rini.

Dikutip dari masterplan pengembangan bekas PG Colomadu, tema yang diusung dalam pendayagunaan bekas PG Colomadu adalah inovasi, expresi, dan permainan.

Konsepnya akan ada convention hall, heritage gallery, souvenir center, outdoor sitting area, restaurant, shopping arcade, dan lainnya.

Pengembangan bekas pabrik gula ini melibatkan 7 BUMN. Satu BUMN sebagai pemilik lahan, enam BUMN sebagai konsorsium yang membentuk perseroan untuk usaha patungan yaitu PT. Sinergi Colomadu.

Adapaun pemilik lahan adalah PTPN 9, sedangkan konsorsium terdiri dari PP Construction & Investment; PP Properti; PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko; Patra Jasa; Jasamarga Properti; dan PT KAI.

Konsorsium PT. Sinergi Colomadu dipimpin oleh PP Construction & Investment.Asisten II Perekonomian Setda Karanganyar, Maisaroh mengatakan total lahan untuk pengembangan bekas PG Colomadu seluas 9 hektar.”Ini luas lahan 6 hektar ditambah Pemkab Karanganyar ikut urun lahan 3 hektar jadi 9 hektar,” lanjut Rini .

“Secepatnya dibangun, target bu Menteri Januari 2018 sudah bisa untuk acara internasional,” tutup Rini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *