Meski di Bawah Rata-rata Dunia, Presiden Ingatkan Kasus Aktif Covid-19 Terus Ditekan

0
AGG_0002-1536x1025

Presiden Joko Widodo terus mengingatkan kepada  jajarannya, bahwa  penanganan pandemi Covid-19 tidak boleh melemah.  Justru harus ditingkatkan penanganannya dengan menjaga keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Kita harus tetap fokus untuk mengatur, menjaga keseimbangan, titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tetapi perlu sekali lagi ini saya tekankan,” ujar Presiden mengawali pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (2/11/2020) di Istana Negara, Jakarta

Meski kasus aktif di Indonesia masih di bawah rata-rata dunia, namun kondisi ini tidak boleh mengendorkan semangat untuk mengatasi bencana kesehatan ini . Data yang diterima Presiden menyebutkan per 1 November 2020, kasus aktif di Indonesia  rata-rata di angka 13,78 persen, sedangkan di dunia, kasus aktif rata-rata mencapai 25,22 persen.

“Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, rata-rata dunia kasus aktifnya 25,22 persen. Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi,” ujarnya.

Presiden pun menyambut baik,angka  kesembuhan di Indonesia yang terus naik.  Di tanah air kasus kesembuhan melebihi kesembuhan dunia,  yakni di angka 82,84 persen untuk Indonesia, sementara di dunia  hanya 72 persen.

Kepala Negara juga mengingatkan agar angka kematian akibat COVID-19 yang saat ini masih di atas rata-rata dunia harus terus ditekan. “Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian atau kasus meninggal (akibat COVID-19) di Indonesia. Itu kita masih di angka 3,38 persen, rata-rata dunia berada di angka 2,5 persen. Ini yang patut untuk menjadi perhatian kita semuanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden juga mengingatkan jajarannya agar tetap waspada dan jangan sampai teledor dalam upaya penanganan pandemi ini. “Hati-hati, karena ini di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya (kasus) sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *