DestinationEco TourismHeadline NewsMarine TourismTravel

MIDE 2017 Resmi Dibuka, Pavilion Indonesia Mulai Tebar Pesona Untuk Pecinta Diving

Malaysia International Dive Expo atau yang dikenal dengan nama MIDE 2017 resmi dibuka di Dewan Tun Razak Hall 1 Putra World Trade Centre Kuala lumpur, Malaysia, Jumat kemarin, 12 Mei 2017 dan akan berlangsung selama tiga hari.

Dalam sambutan pembukaan MIDE 2017, Presiden Of Malaysia Scuba Diving Association Dato Fazli Mokhtar dalam acara pembukaan MIDE 2017 optimis pameran untuk pecinta diving ini akan mendatangkan wisatawan mancangera (wisman) yang punya hobi diving di Negri Jiran tersebut.

“Masyarakat Malaysia yang memilik lisensi divers mencapai ratusan ribu orang, tepatnya sudah tembus angka 200 ribu divers. Selain itu kami memprediksi semua penggemar divers akan datang semua di acara ini,” ujar Presiden Of Malaysia Scuba Diving Association Dato Fazli Mokhtar dalam acara pembukaan MIDE 2017.

Deputi Minister of Ministry of Tourism and Culture Malaysia YB Datuk Mas Ermieyati Binti Samsudin mengatakan MIDE 2017 memang berkembang sangat signifikan. Pada tahun lalu, pameran yang lebih mengedepankan pemandangan alam bawah laut ini jauh berbeda dengan tahun sekarang.

“Saat pelaksanaan pertama hanya diikuti oleh 40 booth, sedangkan sekarang sudah tembus 200 lebih booth yang ikut, ini perkembangan yang sangat baik, tentunya pengunjungnya juga bertambah,”ujar Ermieyati.

Seperti tahun sebelumnya, Indonesia juga ambil bagian dalam MIDE tahun ini. Melalui Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar), Indonesia memilki booth di Hall 1 Dewan Tun Razak, PWTC No. Booth 901-910 (90 sqm). Kementerian di bawah Komando Arief Yahya itu memfasilitasi 20 industri potensial dari 12 destinasi diving yang ada di Indonesia.

Dalam acara ini destinasi alam bawah laut Indonesia  semakin dieksplorasi, semakin banyak keistimewaan tersembunyi dan semakin sulit tertandingi di jagat underwater world. Satu persatu destiasi underwater Indonesia  dipamerkan di MIDE 2017 ini.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Kemenpar memfasilitasi industri yang bergerak di pasar wisata bahari, terutama dari destinasi yang menggarap keindahan bawah laut.  ”Di pameran ini kami akan menawarkan destinasi yang memiliki berbagai terumbu karang, ikan dan makhluk bawah laut lainnya, dan menonjolkan coral triangle area yang sudah sangat terkenal. Kita memang juara dalam urusan kekayaan bawah laut Indonesia,” ujar Rizki Handayani.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mentargetkan pada tahun 2017 Wisatawan Mancanegara (Wisman) sebanyak 15 juta Wisman. Mantan Direktur Utama Telkom itu menyadari potensi bahari republik ini tidak terkalahkan dibandingkan dengan belahan dunia manapun.

Memang selama ini, potensi bahari belum dioptomalisasi. Sedangkan, keindahan bahari itu punya daya dongkrak yang luar biasa. “Tujuh dari 10 destinasi prioritas atau Bali Bali baru didesain untuk wisata bahari. Punya pantai, bawah laut dan antarpulau yang bagus,” ujar dia.

Apalagi, keunggulan perairan Indonesia itu lebih jernih, lebih banyak terumbu karangnya, banyak ikan-ikannya, meskipun hanya di dermaga. “Urusan alam bawah laut kita juaranya, dan harus terus menjadi juara,” kata Menpar.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button