BKPM Siapkan Lima Kawasan Investasi Untuk Sektor Pariwisata di Batam

0
batam industri

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku sudah menyiapkan lima Kawasan Industri (KI) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai kawasan yang mendapatkan layanan khusus berupa Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) khususnya untuk sektor pariwisata. Informasi telah disiapakannya kawasan industri  ini tercetus dalam diskusi Batam Tourism Business Forum, di Ballroom Harris Hotel, Batam, Jumat, 12 Mei 2016.

Ke-lima kawasan industri itu yakni  Batamindo Industrial Park (61,4 Ha), KI Bintang Industrial Park II (20 Ha), KI Kabil Integrated Industrial Park (142,5 Ha), KI West Point Maritime Industrial Park (102,5 Ha), dan KI Bintan Inti Industrial Estate Lobam.

Dibukanya lima kawasan industri ini, membukti investor tidak akan kesulitan untuk menanamkan modalnya di Kepulauan Riau. “Itu seperti karpet merah dari BKPM. Investor tidak lagi sulit untuk membangun pabrik karena izin lingkungan atau izin pembangunannya sudah difasilitasi langsung oleh pemerintah,” ujar Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, Heldy Putra di Batam, Jumat, 12 Mei 2017.

Bahkan kondisi ini benar-benar menjadi angin surga bagi investor, karena tidak ada lagi batasan minimal nilai yang akan diinvestasikan dan jumlah tenaga kerja.Yang penting, lokasinya ada di Kawasan Industri tertentu yang ditetapkan Pemerintah.

“Silahkan berinvestasi di sektor pariwisata. Di sini investor dapat langsung membangun proyek mereka setelah memperoleh Izin Investasi/Izin Prinsip Penanaman Modal, baik dari PTSP Pusat di BKPM maupun di PTSP Daerah,” tuturnya.

Yang diupayakan BKPM ini mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bappenas yakin jika sektor pertanian dan pariwisata dapat dikelola bersama akan mendongkrak laju perekenonomian.

“Investasi di sektor pariwisata harus digencarkan. Bersama sektor pertanian dan pengolahan, pariwisata menjadi sektor andalan yang bakal mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi ke level 5,6 persen pada 2018,” tutur Kabid Pariwisata Bappenas, Indranitua.

Pengembangan sektor pariwisata jadi fokus Bappenas lantaran sektor ini dinilai memiliki banyak efek berlipat (multiplier effect). Dari mulai pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), semua ikut terkena imbas positif pariwisata.

Semua dukungan tadi membuat Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti ikut angkat suara. Dia mengatakan, pengembangan pariwisata Indonesia memiliki peluang usaha yang meyakinkan.

“Pariwisata sekarang menjadi bisnis besar,” ucapnya.

Dan dia tak asal bicara. Saat ini, sektor pariwisata adalah alat yang paling cepat, murah dan mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa, PDB serta menciptakan lapangan kerja. Di 2015 saja, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.

“Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3%, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1% dan dunia di level 4,4%. Terima kasih kepada KADIN Batam, Bappenas dan BKPM yang telah support. Semangat Indonesia Incoporated inilah yang bisa terus membangkitkan pariwisata,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *