Mitos tentang menyusui yang tidak bisa dipercaya
Tidak bisa dipungkiri bahwa ASI merupakan makanan terbaik pertama untuk anak. Namun, masih banyak orangtua yang tidak mengerti tentang pentingnya ASI bagi perkembangannya. Bahkan masih banyak ibu yang memberikan susu formula untuk bayinya karena dianggap memiliki nutrisi yang lebih banyak. Sebagian ibu menyusui juga enggan memberikan ASI secara langsung karena termakan oleh mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Namun setiap ibu pasti punya keinginan untuk memberikan ASI kepada anaknya, toh itu juga salah satu tugas yang dilakukan seorang ibu. Nah ini ada beberapa mitos disertai dengan penjelasan faktanya loh seputar ASI dan menyusui.
Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup. sebenarnya perlu anda ketahui bahwa hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat.
Anda perlu mempersiapkan payudara khusus untuk menyusui, namun untuk faktanya selama hamil paudara Anda secara alami akan berubah sehingga sudah siap pada waktu menyusui. Dokter penyakit anak, dan ahli laktasi Christina Smillie, M.D dari Stratford, Connecticut menyatakan sebelum bayi lahir, area sekitar puting susu akan menebal dan kelenjar payudara akan memproduksi cairan sebagai perlindungan. Setelah bayi lahir dan Anda siap menyusui, tubuh akan menghasilkan hormone oxytocin lebih banyak dan membuat puting lebih lebut dan lentur untuk mulut bayi. Jika puting Anda datar mintalah bantuan kepada ahli laktasi dan minta diajarkan teknik menyusui.
Jika makan pedas, ASI akan berasa pedas sehingga apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Namun tidak 100% sama dengan makanan hanya samar-samar dan hanya bertahan paling lama 8 jam. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.
Susu formula sama baiknya dengan ASI, perlu anda ketahui kalau susu formula tidak menyediakan semua nutrisi yang terkandung dalam ASI, dan tidak mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari penyakit. Sebaliknya, ASI selalu mempunyai suhu standar (sehingga tidak perlu dipanaskan), tingkat kesegaran yang prima,bebas bakteri, serta mudah dicerna. Menurut dr. Edi ASI mengandung berbagai macam antibodi yang berasal dari ibu, memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang minum ASI dibandingkan dengan bayi yang minum susu bubuk buatan, lebih jarang terjangkit bermacam penyakit akut maupun kronis.
Untuk mitos yang terakhir nih, Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 (10, 15, 7.6) menit. Hal tersebut tidak benar tapi anda harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar. Sudah jelaskan bagaimana dengan mitos yang bereadar dimasyarakat, jadi jangan asall percaya dulu yang mulai dari sekarang. (arf)

