Mobilitas Lebaran 2026 Meningkat, Tercatat 147 Juta Orang Melakukan Perjalanan

0
whatsapp-image-2026-03-30-at-12.51.54

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan kata sambutan saat penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, 30 Maret 2026 (Foto: Humas Kemenhub)

El John News, Jakarta-Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, pemerintah mencatat mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran tahun ini mencapai angka yang sangat tinggi.

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), jumlah pergerakan orang selama masa Angkutan Lebaran pada 13 hingga 29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta perjalanan. Angka ini meningkat sekitar 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya yang mencatat 143,92 juta orang.

“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif,” ujar Menhub Dudy.

Ia menegaskan, kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.

Dari sisi penggunaan angkutan umum, terjadi peningkatan signifikan. Jumlah penumpang tercatat mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 21,23 juta penumpang. Kenaikan terjadi di seluruh moda transportasi, mulai dari angkutan jalan, laut, udara, kereta api, hingga penyeberangan.

Sementara itu, aspek keselamatan juga menunjukkan perbaikan. Data Kepolisian mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran 2026 sebanyak 3.517 kejadian, turun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan lebih signifikan terlihat pada angka fatalitas, dengan korban meninggal dunia mencapai 300 jiwa atau turun 31,19 persen dibandingkan tahun lalu.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada kompromi”

Menhub Dudy juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan melalui ramp check, pemantauan lapangan, serta pengendalian lalu lintas berbasis sistem terintegrasi. Selain itu, pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan respons terhadap dinamika di lapangan.

Di sisi pelayanan, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan transportasi agar masyarakat tidak hanya merasa aman, tetapi juga nyaman dan mendapatkan kepastian selama perjalanan.

“Transportasi harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, serta media massa yang telah berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga ketertiban dan keselamatan selama periode mudik dan balik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *