Headline NewsTransportation

MRT Jakarta Siap Sambut Indonesia Maintenance 4.0

Dalam konferensi dan pameran “Indonesia Maintenance 2019” yang berlangsung pada 25-26 April 2019 lalu di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, didaulat menjadi salah satu pembicara pada hari kedua acara tersebut. Membawakan topik “Maintenance Strategy and Challenges MRT Jakarta”, Effendi memaparkan sistem yang mendukung fase I MRT Jakarta serta mekanisme pemeliharaannya.

“Sistem yang ada di MRT Jakarta antara lain rel (track), viaduct, terowongan, kereta (rolling stock), persinyalan dan telekomunikasi, daya (power) dan mechanical electrical. Kami melakukan studi banding atau benchmark ke sejumlah operator kelas dunia lainnya seperti di Jepang, Hong Kong, Malaysia, dan India, sesuai dengan bidang atau aspeknya masing-masing,” ungkap Effendi, dalam siaran pers, Senin (29/4/2019)

“Misalnya dengan Malaysia, kita belajar dan melatih terkait driver kereta dan pusat kendali operasi (operation control center),” tambahnya.

Terkait pemeliharaan dan perawatan, lanjut Effendi, karyawan MRT Jakarta mengikuti sejumlah pelatihan baik di luar maupun dalam negeri terkait aspek-aspek dan bidangnya masing-masing.

“Seperti sipil (civil), rel (trackwork), sistem daya (power system), persinyalan (signal), kereta (rolling stock), dan mechanical electrical. Mereka juga mengikuti ujian sertifikasi dari kementerian terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI,” uajr Effendi.

Menurut Effendi, kegiatan semacam ini sangat baik untuk mendengarkan pengalaman dari perusahaan besar lainnya yang memiliki sistem perawatan dan pemeliharaan yang sangat baik.

“Di acara ini kita bisa mengetahui sistem perawatan dan pemeliharaan perusahaan-perusahaan besar Indonesia. Meski demikian, orang-orang juga ingin mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan dan perawatan MRT Jakarta,” ucap ia.

MRT Jakarta adalah perusahaan baru, namun sistem yang Diterapkan adalah sistem yang diadopsi dari beberapa perusahaan operator kereta api kelas dunia lainnya dengan menyesuaikan kebutuhan.

“Misalnya untuk aspek sipil kita belajar dengan perusahaan dari Jepang. Begitu juga dengan kelistrikan atau pelatihan driver MRT Jakarta dari operator negara lain. Jadi, kita benar-benar pelajari bagaimana operator terbaik tersebut bekerja sehingga orang-orang kita atau karyawan-karyawan kita mampu mengerjakan pemeliharaan dan perawatan dengan baik sesuai dengan sistem yang kita punyai,” pungkas Effendi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close