Museum Modern Berbasis Pengalaman
Memeriahkan HUT ke-26, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan pameran temporer bertajuk ‘Museum Dulu Kini dan Esok’ di museum setempat, 21-26 November 2018. Pameran menyajikan perjalanan Benteng Vredeburg dari sebuah benteng pertahanan sampai dimanfaatkan menjadi museum sejarah perjuangan bangsa, pada 23 November 1992.
Plt Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Dra Zaimul Azzah MHum mengatakan, museum modern abad 21 mengalami perubahan dengan menuju ekonomi berbasis pengalaman. Masing-masing museum dapat menawarkan pengalaman yang berbeda misalnya Night at Vredeburg Museum, Komunitas Jogja 45 dan komunitas-komunitas pecinta museum.
Menurut Zaimul, komunitas dan publik tidak lagi menjadi objek, tetapi dilibatkan dalam merancang kegiatan museum. Bahkan komunitas dapat menjadi inisiator, kurator atau penggagas pameran di museum. “Dengan memberikan ruang bagi komunitas, telah memberi dampak yang penting dan berharga pada museum,” terang Zaimul, Sabtu (24/11/2018).
Dijelaskan Zaimul, kolaborasi komunitas telah menjadi sarana untuk menjangkau pengunjung baru, membangun kepercayaan dan memberi peran baru pada museum terhadap masyarakat kontemporer (masa kini). “Inovasi-novasi dalam berbagai bentuk selalu dilakukan Museum Benteng Vredeburg dengan harapan museum akan ada di hati masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatannya, pameran didukung berbagai event seperti pentas treatikal, dongeng anak, panggung apresiasi, talkshow radio dan senam bersama anggota Barahmus DIY.
