OJK Siapkan Satgas Reformasi untuk Perkuat Fondasi Pasar Modal
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi sedang memberikan sambutan pada acaraPertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 (Foto: tangkapan layar Youtube OJK)
El John News, Jakarta-Gejolak yang melanda pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah strategis. Bersama para pemangku kepentingan, OJK berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Pasar Modal guna mengawal pembenahan struktural sekaligus memperkuat fondasi pasar saham nasional.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, mengatakan reformasi tersebut akan dijalankan melalui delapan rencana aksi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster utama. Hal tersebut, Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas, transparansi, serta daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor.
Empat klaster reformasi itu meliputi kebijakan free float, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan aturan, serta penguatan sinergi antarotoritas dan pemangku kepentingan. Setiap klaster akan diimplementasikan secara bertahap melalui program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Friderica menegaskan, dinamika pasar modal menjadi bahan evaluasi penting bagi regulator. Menurutnya, pertumbuhan yang tinggi saja tidak cukup tanpa kualitas dan ketahanan yang kuat.
“Dinamika di pasar modal kami sadari sebagai refleksi bahwa pertumbuhan yang tinggi belum tentu berkualitas. Karena itu, diperlukan langkah-langkah perbaikan agar pasar modal tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan”
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kondisi makroekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang aman di tengah ketidakpastian global. Sejumlah indikator utama, menurutnya, menunjukkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
Airlangga mengungkapkan defisit fiskal pada tahun lalu tetap terkendali dan berada di bawah batas yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, kinerja sektor perbankan dan fungsi intermediasi keuangan juga menunjukkan tren positif.
“Defisit fiskal tahun kemarin tercatat di bawah 3 persen, yakni 2,92 persen. Pertumbuhan kredit pada Desember mencapai 9,6 persen, sementara dana pihak ketiga tumbuh 13,83 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi perbankan nasional masih solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi. Di sisi lain, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga dinilai aman dan jauh di bawah batas yang diatur dalam undang-undang.
