Ombudsman Babel Ajak Mahasiswa Perangi Maladministrasi Lewat Kompetisi
Halaman Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung disulap menjadi arena kompetisi Lomba Ombudsman Pintar atau Lomba Rangking 1 Tentang Pelayanan Publik pada Rabu (14/3). Kegiatan ini masih dalam rangkaian dari ragam acara pekan anti Maladministrasi dalam rangka Hari Jadi Ombudsman RI ke -18 hingga acara puncak akan berlangsung pada hari ini (15/3).
Lomba Ombudsman Pintar diikuti oleh kurang lebih 40 mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti Universitas Bangka Belitung, STMIK Atma Luhur, STISIPOL Pahlawan XII, STAIN Syekh Abdurrahman Siddiq, STIKES Citra Delima, STIE Pertiba Pangkalpinang dan lain-lain. Adapun soal-soal yang dikompetisikan berkaitan dengan 3 hal, yakni pelayanan publik, ombudsman, dan maladministrasi. Kegiatan lomba ombusman pintar ini mengusung tema “Paham dan Perangi Maladministrasi” yang bertujuan untuk memberi pemahaman dan kesadaran kepada para generasi muda Bangka Belitung terutama mahasiswa mengenai maladministrasi dan mengajak untuk memberantasnya melalui partisipasi aktif peserta.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung Jumli Jamaluddin, SH pada sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat khusunya mahasiswa agar lebih aktif dalam menjalankan peran sebagai pengawas pelayanan publik eksternal dengan cara menyampaikan laporan terkait pelayanan publik yang terindikasi maladministrasi.
Kegiatan ini juga membawa harapan agar para pemuda dapat membangun kesadaran nilai-nilai kepedulian terhadap pelayanan publik dan mampu menjadi agen ombudsman dalam menyebarluaskan informasi tentang tugas, fungsi, maupun wewenang Ombudsman RI sebagai Lembaga Negara Pengawas Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang terindikasi Maladminstrasi.
Para pemenang lomba Ombudsman Pintar diraih oleh 3 peserta yakni Juara 1 Ryadi Pratama dari STAIN SAS SAS Babel, Juara 2 diperoleh Filzah Almas dari STIKES Citra Delima dan Juara 3 diperoleh Ratna Dewi utusan STISIPOL Pahlawan XII. Kegiatan perlombaan pun diwarnai games menarik yang berhadiah ragam souvenir bagi penonton yang mampu menjawab pertanyaan dari pembawa acara.
Menurut salah satu sobat ombudsman, Idris mengatakan bahwa acara ini terasa istimewa karena tidak hanya melibatkan internal insan ombudsman RI Perwakilan Babel, tapi juga hasil kolaborasi Sobat Ombudsman Babel ynag terdiri dari tokoh pemuda, komunitas, organisasi. “Jadi banyak hal yang kita dapatkan, pengetahuan tentang ombudsman, maladministrasi dan pelayanan publik tapi juga dapat teman baru dan pengalaman berkesan.” ujarnya.
