Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo 2018 Resmi Dibuka

0
ensi2-cover-20170129065000

Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo Tahun 2018 di kota Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis Malam resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Acara pembukaan dihadiri antara lain Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata, sejumlah pejabat Kemendagri, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, pemerintah daerah dan ribuan masyarakat di Kabupaten Ende.

Dalam sambutannya, Mendagri berharap agar Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi pusat pariwisata dan budaya yang handal.

“Saya berharap Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo Tahun 2018 ini menjadi ajang strategis untuk membawa nama Kabupaten Ende menjadi pusat budaya dan pariwisata yang handal,” kata Mendagri.

Mendagari mengungkapkan pagelaran ini merupakan buah kerjasama yang baik antara pemerintah pusar dan daerah. Setiap pagelaran yang mempromosikan seni dan budaya daerah  selalu didukung oleh pemerintah pusar, dengan tujuan agar seni dan budaya Indonesia lebih dikenal di mancanegara.

“Pemerintah daerah berkewajiban melestarikan seni budaya untuk memperkokoh jati diri bangsa, martabat, dan menumbuhkan kebanggaan nasional serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI, ungkap Mendagri.Sementara di tempat yang sama, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata mengingatkan pentingnya merawat warisan budaya leluhur. Ende adalah kota sejarah. Kota budaya. Warisan ini yang harus dijaga menuju Ende Lio Sare Pawe.

“Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo  Tahun 2018 memiliki arti penting yang menggambarkan betapa besar semangat masyarakat mencintai budaya bangsa Indonesia dan melukiskan kekuatan Indonesia yang berdiri tegak dalam indahnya keragaman negeri di Bumi Pancasila ini,” kata Ermaya.

Budaya leluhur Ende-Lio adalah salah satunya. Budaya yang  menunjukan sebuah kekuatan bangsa untuk tetap mempertahankan keagungan adat istiadat, budaya serta keanaekaragaman potensi pariwisata. Maka, kegiatan Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi dan publikasi seni dan budaya masyarakat Kabupaten Ende. Dan jadi momentum untuk membangun kreativitas masyarakat, dan menjadi ajang strategis untuk membawa nama Provinsi NTT,  khususnya Kabupaten Ende. Sehingga Ende menjadi pusat budaya dan pariwisata yang handal di tingkat nasional, atau bahkan internasional.

“Pagelaran Budaya Nusantara dan Ende Culture Expo Tahun 2018 Saya harapkan benar-benar mampu menjadi ajang promosi Kabupaten Ende yang  menampilkan kesenian budaya serta pameran produk-produk lokal NTT, khusunya Kabupaten Ende,” ujarnya.

Setelah acara pembukaan, Mendagri berkesempatan berkeliling melihat-lihat stand pameran yang dibangun di dekat lapangan Pancasila, tempat acara expo digelar.  Bahkan di stand makanan, ia sempat memborong makanan yang dipamerkan. (Sumber Kemendagri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *