Parade Ogoh Ogoh Melestarikan Kemajemukan di Mamuju Tengah
Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Nyepi Tahun baru saka 1940, umat Hindu Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Parade Ogoh-Ogoh.
“Parade ogoh-ogoh untuk mengusir roh jahat, mari dimaknai untuk membangun Mamuju Tengah dengan keberagaman dan kebersamaan, untuk mewujudkan Kabupaten Mamuju Tengah yang maju, sejahtera dan mandiri,” kata Asiten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Mamuju Tengah Ishaq Yunus di Mamuju Tengah, Jumat 16 Maret 2018.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah memberikan kebebasan bagi seluruh pemeluk agama yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah untuk melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaanya dan melestarikan kehidupan budaya.
Mamuju Tengah merupakan daerah otonom baru yang terbentuk sejak 2013 dengan keberagaman suku, agama, budaya dan adat istiadat.
“Indonesia negara majemuk memiliki keberagaman, beragam suku, agama, budaya dan adat istiadat dan kemajemukan ini menjadi kebanggan Mamuju Tengah karena masyarakat hidup rukun dan damai,” katanya.
“Mari bersama mempererat persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai awal perpecahan namun untuk membangun daerah untuk para generasi mendatang,” katanya.
Selain parade Ogoh ogoh umat Hindu juga melakukan upacara melasti untuk mensucikan diri di pantai Patulana, Kabupaten Mamuju Tengah, diikuti ribuan warga Mamuju Tengah.
