Pariwisata Indonesia Akan Fokus Hard Selling ke Pasar Mancanegara

0
ind

Mengikuti perkembangan yang terjadi di bidang pariwisata tanah air, I Gde Pitana mengatakan, tahun 2017 ini kita akan lebih fokus pada kegiatan hard selling.

“Setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini akan lebih fokus pada kegiatan hardselling dan kerjasama dengan airlines dan wholesalers. ” kata I Gde Pitana.

Sebagai gambaran, untuk membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lainnya) Deputi BP3M lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission). Pada Januari-Desember 2017 disiapkan 54 kegiatan hardselling berupa 30 kegiatan pameran dan misi 24 misi penjualan, sedangkan untuk promosi yakni dengan mengikuti festival sebanyak 30 kegiatan dan fam trip sebanyak 51 kegiatan.

Kegiatan pameran di pasar kawasan Asia Pasifik yang telah dilaksanakan pada Februari 2017 antara lain; SATTE Delhi (India); AIME Melbourn (Australia), dan OTM Mumbai (India), sedangkan pada Maret adalah pameran IT& CM Shanghai (China) yang akan berlangsung pada 21-23 Maret mendatang. Pola serupa juga diterapkan untuk kegiatan pemeraran di pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika.

“Baru-baru ini kami ikut di ITB Berlin yang berlangsung pada 8-12 Maret 2017. Kami mencatat sukses sebagai The Best Exhibitor 2017 di pameran pariwisata terbesar di dunia itu. Terima kasih atas segala support-nya,” kata dia.

Sebelumnya, lanjut Pitana, dahului dengan serangkaian sales mission ke tiga kota di tiga negara Eropa Barat (Amsterdam, Paris, dan Munich) pada 1-3 Maret. Kegiatan ini menjadi maksimal dalam menggarap pasar Eropa.
I Gde Pitana juga menjelaskan, pada Maret ini juga tengah berlangsung (14-17 Maret 2017) pameran Seatrade Cruise Global di Miami, AS. Delegasi Indonesia dalam pemeran ini menyertakan Tim Percepatan Bahari.

Untuk menggarap pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika, akan mengikuti sebanyak 21 kegiatan pameran (B to B dan B to C) yang masing-masing berlangsung pada Januari sebanyak 5 pameran; Februari (2 pameran); Maret (3 pameran); April (2 pameran); Juli (1 pemeran); Agustus (1 pameran); September (1 pameran); Oktober (2 pameran), dan November (4 pameran).

Di antara 21 kegiatan pameran internasional tersebut sebagai pameran terbesar adalah ITB Berlin, WTM London, dan ATM Dubai.

“Pada pameran di ITB Berlin yang berlangsung pada 1-3 Maret 2017 baru lalu, Indonesia mendapat penghargaan sebagai Best Exhibitor of Asia/Australia/Oceania,” kata I Gde Pitana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *