Pasar Marelan Jadi Pilot Project Pasar Khusus Sayuran Darat

0
marelan

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, mengungkapkan pihaknya akan menjadikan Pasar Marelan sebagai pilot project pasar khusus sayuran darat, sebabpetani sayuran darat banyak bercocok tanam di wilayah utara Kota Medan. Selain itu, Pasar Marelan akan dikelola secara mandiri oleh PD Pasar.

“Jadi, semua pedagang yang ada di Jalan Rahmat Buddin akan direlokasi ke Pasar Marelan. Pasar itu nantinya tidak ada di pihak ketigakan, semuanya dikelola oleh PD Pasar,” ujar Rusdi Sinuraya didampingi para Direktur lainnya dan staf kepada wartawan di Medan, Senin (23/4/2018) sore usai pembahasan LKPj di DPRD Kota Medan.

Sedangkan untuk Pasar Aksara, kata Rusdi, akan dibandung kembali di Jalan Masjid, dimana pemerintah pusat sudah melakukan pembebasan lahan untuk itu. “Ada sekitar 7 ribu meter persegi lahan yang dibayar dengan APBN. Itu rencananya akan dibangun pengganti Pasar Aksara. Pembangunan fisik dilakukan oleh Dinas Perkim. Itu instruksi langsung Pak Presiden setelah meninjau Pasar Aksara,” katanya.

Terkait penghasilan, Rusdi, mengaku sepanjang tahun 2017 pihaknya menghasilkan laba atau keuntungan sebesar Rp1,673 miliar lebih diluar pajak. “Dari jumlah itu, sebesar Rp200 juta lebih disetorkan sebagai pajak. Jadi, laba bersih yang kami terima sebesar Rp1,4 miliar lebih. Dari laba bersih itu, 50% diantaranya disetorkan ke kas Pemko Medan sebagai deviden,” ungkapnya.

Rusdi juga mengaku, laba yang dihasilkan pada tahun 2017 merupakan prestasi tertinggi selama PD Pasar berdiri. Sebab, katanya, laba yang dihasilkan dalam rentang 5 tahun belakangan relative menurun dan cenderung rugi. “Bayangkan, tahun 2012 labanya Rp1,1 miliar lebih, 2013 laba Rp190 juta lebih, 2014 laba Rp388 juta lebih, 2015 rugi Rp5,2 miliar lebih dan 2016 rugi Rp550 juta lebih,” ujarnya.

Pencapaian laba itu, sebut Rusdi, tidak didukung oleh potensi pasar yang tersedia, seperti Pasar Aksara dan Pasar Kampung Lalang. “Bayangkan hasil dari Pasar Aksara mencapai Rp150 juta/bulan, Pasar Kampung Lalang Rp120 juta/bulan dan Pasar Jalan Bulan Rp75 juta/bulan. Tanpa kedua pasar besar itu, kita mampu menghasilkan laba bersih Rp1,4 miliar. Apa itu tidak sebuah prestasi?. Bagaimana kalau kedua pasar itu ada dan beroperasi, tentu akan lebih besar lagi laba yang dihasilkan,” ungkap Rusdi.

Rusdi juga mengaku, pihaknya masih mampu meningkatkan laba tersebut di tahun-tahun mendatang, mengingat sudah selesainya pembangunan dan akan beroperasinya sejumlah pasar-pasar tersebut, seperti Pasar Induk, Pasar Kampung Lalang dan Pasar Marelan. “Makanya, untuk tahun 2018, kita targetkan laba itu dua kali lipat, yakni sekitar Rp2,8 miliar lebih,” katanya.

Apalagi, sambung Rusdi, dengan selesainya jalur alternatif dari Simpang Selayang ke Pasar Induk diyakini akan meningkatkan gairah pasar dalam bertransaksi. “Selama ini keluhan masyarakat karena jauhnya jarak menuju Pasar Induk. Kalau dulu jaraknya menuju Pasar Induk mencapai 3 Km, dengan selesainya jalan tembus itu hanya tinggal 700 meter saja,” jelasnya.

Karenanya, sambung Rusdi, visi yang diusung pihaknya kedepan adalah PD Pasar harus kuat dan sehat. “Sebagai perusahaan plat merah, PD Pasar harus sehat dan pemerintah harus kuat dengan tingkat rasio profitabilitas margin wajar. “Sebagaimana jargon Medan Rumah Kita, maka kita juga jadikan Pasar Rumah Pedagang,” katanya.

Gratiskan Lapak

Disinggung tentang berkurangnya pedagang di Pasar Induk, Rusdi, mengatakan akan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada agar pedagang mau berjualan disana. “Lapak disana itu ada sekitar 3.000, tapi yang berjualan sekitar 700 pedagang lagi dan makin hari makin berkurang. Kita secara tim akan upayakan agar pedagang mau masuk berdagang disana. Kita akan gratiskan lapak itu,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *