Pasca Erupsi Sinabung, Aktivitas Wisman di Ketambe Agara Mulai Normal
Pasca erupsi Gunung Sinabung Karo, berbagai aktivitas wisatawan mancanegara (wisman) mulai normal di objek wisata Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) Provinsi Aceh.
“Ya, (aktivitas) sudah biasa. Abu vulkanik telah hilang akibat dalam dua hari terakhir turun hujan deras berturut-turut,” ucap pengelola penginapan di Ketambe, Aceh Tenggara, Muliadi, Jumat (23/2).
Dia mengatakan, wisman sempat menunda untuk melakukan kegiatan seperti pendakian, arung jeram, dan lain sebagainya akibat kehadiran abu vulkanik, kini sudah bisa lakukan.
Seperti diketahui, Ketambe sendiri berada di kaki Gunung Leuser dan merupakan taman nasional yang melintang memiliki luas sekitar satu juta hektare mulai dari Aceh hingga ke Sumatera Utara.
Objek wisata lingkungan ini, juga dikenal sebagai paru-paru dunia yang sekitar 33 persen wilayah taman nasional berada di Aceh Tenggara dengan kombinasi flora dan fauna khas hutan hujan tropis.
“Ada beberapa turis (wisman) yang masuk ke hutan untuk melakukan pendakian, dan dipandu oleh seorang ‘guide’ dari penduduk lokal,” terang dia.
Johan (45), salah satu pemilik tempat penginapan di Ketambe, mengatakan, wisman memiliki waktu yang terbatas untuk liburan dengan menikmati objek wisata alam tersebut.
Ia mengaku, lazimnya wisman yang pada umumnya datang dari benua Eropa dan Amerika, paling memakai waktu selama lama satu pekan di Ketambe.
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan habitat orangutan Sumatera, badak Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, beruang madu, siamang, rangkong papan, dan lainnya memiliki jumlah total 89 fauna langka.
“Udah enggak (tidak) ada masalah lagi. Aktivitas sudah kembali seperti biasa,” tutur Johan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh sebelumnya menyatakan, abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung telah menyebar hingga beberapa wilayah di Aceh akibat terbawa angin.
Petugas Pengamat Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), M Nurul Saori, mengatakan, erupsi pada Senin, (19/2) tersebut lebih besar dari erupsi sebelumnya.
Ia menerangkan, awan yang keluar dalam erupsi tersebut juga menyebar hingga 4,9 kilometer ke arah Selatan dan mencapai 3,5 kilometer ke arah Timur dan Tenggara. Debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung itu, terpantau terbang ke arah Selatan dan Barat sesuai arah tiupan angin saat itu.
