Pasca Liburan Raja Salman, Bali Destinasi Favorit Turis Arab

0
INDONESIA-SAUDI-ARABIA-DIPLOMACY

Indonesia's President Joko Widodo drives Saudi Arabia's King Salman bin Abdul Aziz (L) in a golf cart in the presidential palace in Jakarta on March 2, 2017. Saudi Arabia's King Salman called on March 2 for a united fight against terrorism in a speech to Indonesia's parliament during a landmark state visit to the world's most populous Muslim-majority country. / AFP PHOTO / POOL / Adek BERRY (Photo credit should read ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Hampir dipastikan pasca kedatangan Raja Salman dan rombongan ke Bali, Pulau Dewata akan menjadi destinasi favorit turis dari negara-negara Arab atau Timur Tengah. Di mana Bali menyajikan wisata alam, budaya, kuliner, tradisi dan religi yang bernilai seni tinggi. Bahkan sudah lebih dulu diakui turis mancanegara yang berasal dari berbagai belahan dunia lain.

Kementerian Pariwisata mencatat, wisatawan dari Timur Tengah terbilang sangat minim yang mengunjungi Pulau Dewata. Dibandingkan turis lain dari negara-negara Eropa, Tiongkok, Jepang dan Australia. Kedatangan Raja Salman pun menjadi promosi yang dinilai sangat efektif, karena ketokohannya bagi masyarakat di sana. Media massa Timur Tengah dan juga negara-negara lain intens memberitakan liburan ke Bali yang dilakukan sang raja.

Selama ini, kunjungan wisata yang dilakukan masyarakat Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia, kebanyakan dilakukan di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Keindahan Puncak dengan iklim sejuk dan pemandangan indah kebun teh telah lama menghipnotis. Bahkan terdapat Kampung Arab di Puncak, di mana mayoritas merupakan sentra wisata yang “serba Arab”. Mulai dari makanan, kafe shisha, money changer dan lainnya.

Persentase turis yang berkunjung ke Bali mayoritas dari negara ASEAN 40 persen, Asia Pasifik 30 persen dan sisanya 30 persen ari negara lain yang termasuk dari Timur Tengah. Padahal dari segi pembelanjaan, turis Arab lebih royal membelanjakan uang karena menginap lebih lama dengan jumlah anggota keluarga yang lebih besar. Rata-rata mereka menghabiskan 32, 7 juta, angka yang jauh berbeda dari turis lain yang hanya Rp 16,5 juta saja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *